Share Dulu Yaa ^.^

FB : Aan Ahmad Qolfathiriyus , TW : @AanDafa , No HaPe : Rahasiaaa hehehe

Shaun The Sheep

Ini Sebenarnya Game loo..Buka Saja Link Ini : http://www.shaunthesheep.com/games/

Demo Pendidikan Pada Zaman Ini

Mau Pintar Kok Mahal. Zaman sekarang semakin maju bukan berarti semuanya jadi mahal.

Taukah Anda Apa Ini?

Gambar Yang Tak Lagi Asing Sebenarnya...Hayoo apa?

Ciee Ciee Yang Mikir Negara

Ribet Juga Ya Ternyata Mikirin Negara Itu. Harus Sabar Terutamanya. -.-"

Selamat Datang di Blog Saya, Semoga Bermanfaat.^.^

Thursday, September 24, 2015

MAKALAH AKHLAK TASAWUF - MA'RIFAT DAN TORIQOH

BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
Banyaknya orang pada zaman sekarang yang semakin jauh dari Allah SWT, itu semua terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang pengertian dari ma’rifat, sebernarnya apa yang dimaksud dengan ma’rifat itu sendiri,  Ma’rifat dapat diartikan sebagai mengenal, dan apabila kita menjumpai kata Ma’rifatullah dapat diartikan mengenal Allah. Namun istilah mengenal Allah yang sederhana itu ternyata mengandung komplikasi dan Implikasi yang sangat canggih. Ketika kita melihat Ma’rifat dari segi yang khusus maka dapat diartikan sebagai berikut :[1]
1. Ma’rifatullah itu untuk semua orang mukmin tanpa terkecuali. Jadi tidak hanya bagi orang-orang khusus seperti para ulama’, para sufi, aulia’ dan sebagainya, karena kegiatan ma’rifat pada umumnya ma’rifatullah diperuntukkan untuk semua insan, seperti yang tertera dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman :” Aku (Allah) adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Aku ingin memperkenalkan siapa Aku. Maka Aku menciptakan mahluk ( insan ). Maka Aku memperkenalkan diriKU kepada mereka. Maka mereka mengenal Aku.”. Jadi kata “mereka “ Obyek dari hadits tersebut bukan hanya para mukmin, melainkan seluruh mahluk yang berpikir, yakni insan.
2. Ma’rifatullah atau pengenalan kepada Allah tidak mungkin sampai pengenalan kepada dzat Allah. Keterbatasab manusia yang terkungkung oleh dimensi waktu, dimensi tempat dan dimensi peristiwa tidak mungkin dapat menembus alam ghaib secara transparan, Manusia terkungkung dalam alam natural. Dengan demikian penulis menilak faham iitihad.dan  hullul, yang mengklem dirinya dapat menyatu ataupun luruh dengan dzat Allah. Bagaimanapun dekatnnya seorang insan kepada Allah, Allah tetap Al Khaliq, maha pencipta sedangkan insan tetap m,ahlik yang diciptakan.
Banyaknya orang yang telah hidup disekeliling kita mengaku-ngaku bahwa dia telah Ma’rifatullah yang artinya mengenal Allah namun tidak menjalankan Tariqat. Apa itu yang dimaksud dengan tariqat, menurut Asy-Syekh Muhamad Amin Al Kurdiy telah mengemukakan 3 macam devinisi sebagai berikut:[2]
Tariqat adalah pengamalan syari’at, melaksanakan beban ibadah ( dengan tekun ) dan menjauhkan ( diri ) dari ( sikap ) mempermudah ( ibadah ), yang sebenarnya memang tidak boleh dipermudah.
Tariqat adalah menjauhi larangan dan melakukan perintah Tuhan sesuai dengan kesanggupanya, baik larangan dan perintah yang nyata maupun yang tidak ( batin ).
Tariqat adalah meninggalkan yang haram dan makruh, memperhatikan hsl-hsl mubah ( yang sifatnya mengandung ) fadilah, menunaikan hal-hal yang diwajibkan dan yang disunatkan sesuai dengan kesanggupan ( pelaksanaan )dibawah bimbingan seorang arif (syekh) dari (sufi) yang mencita-citakan suatu tujuan.
Dari segala sesuatu yang ada diatas telah kami jabarka apa-apa yang dimaksud dengan Ma’rifat dan tariqat, sehingga dapat membantu para pembaca agar mengerti dan tidak sampai salah penilaian tentang pengertian dari dua hal tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana definisi  dari Ma’rifat dan faham-fahamnya, serta jalan menuju ma’rifat?
2. Apakah pengertian dari tariqat dan nilai ajaran yang terkandung dalam tariqat?
3. Siapa tokoh sufi tariqat dari masa ke masa?

C. TUJUAN PENULISAN MAKALAH
Adapun tujuan penulisan makalah ini antara lain:
1. Untuk mengetahui definisi  dari Ma’rifat dan faham-fahamnya, serta jalan menuju ma’rifat.
2. Untuk mengetahui pengertian tariqat dan nilai ajaran yang terkandung dalam tariqat.
3. Untuk mengetahui tokoh sufi tariqat dari masa ke masa.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi  dari Ma’rifat dan Faham-Fahamnya, serta Jalan Menuju Ma’rifat
a. Pengertian Ma’rifat
Istilah Ma’rifat beasal dari kata “ Al-Ma’rifah “. Yang berarti mengetahui atau mengenal sesuatu apabila dihubungkan dengan pengalaman tasawuf, maka Istilah ma’rifah disisni berarti mengenal Allah ketika sufi mencapai suatu maqam dalam tasawuf. [3]
Di samping itu banyak para ulama’ Tasawwuf yang mengemukakan pengrertian dari Ma’rifat diantaranya :
1. Dr. Mustafa Zahri mengemukakan salah satu pendapat Ulama’ Tassawuf yang mengatakan
“Ma’rifah adalah ketetapan hati ( dalam mempercayai hadirnya ) wujud yang wajiib adanya (Allah) yang menggambarkan segala kesempurnaanya.”
2. Asy-Syekh Ihsan Muhamad Dahlan Al- Kadiriy mengemukakan pendapat Abuth Thayyib A-Samiriy yang mengatakan :
“Ma’rifah adalah hadirnya kebenaran Allah( pada sufi )...dalam keadaan hatinya selalu berhubungan dengan nur illahi...”
3. Imam Al-Qusyairy mengemukakan pendapat Abdur Rahman Bin Muhamad Bin Abdillah yang mengatakan:
“Ma’rifah membuat ketengan dalam hati, sebagaimana ilmu pengetahuan membuat ketenangan ( dalam akal pikiran ). Barang siapa yang meningkat Ma’rifahnya maka meningkat pula ketenangan ( hatinya ).”
4. Ma’rifat adalah mengenal Allah, baik lewat sifat-sifatNya asma-asma-Nya maupun perbuatan-perbuatan-Nya. Ma’rifat merupakan puncak dari tujuan tassawuf dan dari semua ilmu yang dituntut dan satu-satunya perbutan-perbuatan yang paling mulia.[4]
5. Sheikh Abdus Samad Al-Palembangi berkata makrifat adalah tujuan terakhir yang ingin diperolehi oleh ulama’ tasawuf, karena perkara itu, baginya, adalah syurga, ”barangsiapa masuk akan ia (makrifat) tiada ingat ia akan syurga di akhirat“. Oleh itu, beliau berpendapat seluruh maqamat yang terdapat diperingkat mujahadah al-maqamat dikatakan sebagai “jalan yang menyampaikan kepada makrifat Allah swt.” Allah swt berfirman,
Artinya, ”barangsiapa takut kepada maqam tuhan nya akan dapat dua syurga.”(al-Rahman:46
6. Mengenal Allah ( Ma’rifat ) adalah kehidupan hati lewat Tuhan dan berpalingnya pikiran-pikiran manusia dari semua yang bukan Tuhan.[5]
Rosullallah SAW bersabda :
“ Jika engkau mengenal Allah sebagai dia harus dikenal, engkau akan dapat berjalan diatas lautan, dan gunung-gunung akan bergerak bila kau perintah.” Mengenal Allah ada dua jenis : secara ilmu pengetahuan ( ilmi ) dan secara perasaan ( hali ).
Mengenal Allah secara ilmiah adalah dasar dari semua barokah didunia ini dan diakhirat nanti, karena hal yang paling penting bagi seseorang pada setiap waktu dan dalam segala keadaan adalah pengetahuan tentang tuhan, sebagaimana Tuhan berfirman :
“ Aku hanya menciptakan jin dan manusia agar mereka mengabdi pada-Ku.”( QS 51 : 56 ) Yakni agar mereka bisa mengenalku.
Syaikh-syaikh menyebutkan perasaan yang benar ( hal ) terhadap tuhan dinamakan ma’rifat, karenanya, mereka mengatakan bahwa Ma’rifat lebih untama dari pada pengetahuan (‘ilm), sedangkan perasaan yang brnar ( hal ) dalah hasil dari pengtahuan yang benar. Tapi, pengetahuan yang brnar tidak sam dengan perasaan yang benar. Yakni orang yang tidak mempunyai pengetahuan tentang Tuhan bukanlah ahli Ma’rifat( Arif ). Tapi orang  mungkin saja punya pengetahuan tentang Tuhan tanpa menjadi ahlui Ma’rifat.[6]
b. Paham-paham Ma’rifat
Ada segolongan oarang sufi mempunyai ulasan bagaimana hakikat Ma’rifat. Mereka mengumukakan paham-pahamnya antara lain :[7]
a. Kalau mata yang ada didalam hati sanubari manusia terbuka, maka mata kepalanya tertutup dan waktu inilah yang dilihat hanya Allah
b. Ma’rifat adalah cermin. Apabial seorang yang arif melihat kearah cermin maka apa yang dilihatnya hanya Allah
c. Orang arif baik diwaktu tidur dan bangun yang dilihat hanyalah Allah SWT
d. Seandainya Ma’rifat itu materi, mak semua orang yang melihat kan mati karena tgidak tahan melihat kecantikan serta keindahanya dan semua cahaya akan menjadi gelap disamping cahaya keindahan yang gilang gemilang
Menurut “ Zunnun Al-Misrilah” ( Bapak paham Ma’rifah bahwa pengetahuan memberi penjelasan bahwa tuhan satu dengan perantara ucapan syahadat
a. Pengetahuan utama
Memberi penjelasan bahwa tuhan satu menurut akal ( logika )
b. Pengtahuan sufi
Memberi penjelasan bahwa Tuhan satu dengan perantaraan hati sanubari.[8]
c. Jalan menuju Ma’rifat
Kaum sufi untuk mendapatkan suatu Ma’rifat melalui jalan yang ditempuh dengan memperguaanakan suatu alat diantaranya :
a. Sir الّسر
b. Menurut Al-Quraisy ada 3 yaitu :
1. Qalb ( القلب )Fungsinya untuk dapat mengetahui sifat tuhan
2. Ruhالروح  )  )Funfsinya untuk dapat mencintai Tuhan
3. Sir (السر ) Fungsinya untuk melihat Tuhan
Keduduka Sir lebih halus daru ruh dan qalb. Dan ruh lebih halus qalb. Qalb disamping sebagai alat untuk merasa juga sebagai lat untuk berpikir. Bedanya qalb dengan aqal adalah kalau aqal tidak dapat menerima pengetahuan tantang hakikat Tuhan tetapi qalb dapat mengetshui hakikat dari segala yang ada dan manakala dilimpahi cahaya dari Tuhan. Posisi Sir berada didalam Ruh dan Ruh sendiri berada didalam qalb. Sir akan dapat menerima cahaya-cahaya dari Allah apabila qalb dan ruh benar-benar suci,kosong dan tidak berisi suatu apapun.[9]

B. Pengertian Tariqat dan nilai ajaran pengamalan yang terkandung dalam tariqat
a. Pengertian Tariqat
Istilah Tariqat berasal dari kata At-tariq ( jalan ) menuju kepada hakikat atau dengan kata lainpengamalan syari’at. Sehingga Asy-Syekh muhamad Amin Al-Kurdiy mengemukakan pendapat :
“tariqat adalahpengamalan syari’at, melaksanakan beban ibadah ( dengan tekun )Dan menjauhkan ( diri ) dari ( sikap ) mempermudah ( ibadah ) yang sebenarnya  memang tidak boleh dipermudah.”
“Tariqat adalahmenjauhi larangan dan menjalankan perintah Tuhan sesuai dengan kesanggupanya baik larangan dan perintah yang nyata maupun yang tidak.”
“Tariqat adalah meninggalkan yang haram dan yang makruh, memperhatikan hal-hal mubah( yang sifatnta mengandung )fadilah, menunaikan hal-hal yang diwajibkan dan yang disunahkan, sesuai dengan kesanggupan (pelaksanaan )dibawah bimbingan seoreang arif ( syekh ) dari ( sufi )yang mencita-citakan suatu tujuan[10].”
Tariqat menurut pandangan para ulama’ Mutashawifin, yaitu jalan atau petunjuk dalam melaksanakan suatu ibadah sesuai dengan ajaran yang dibawa nabi Muhamad SAW, dan yang dicontohkan oleh beliau pada para sahabatnya serta pada para tabi’in.tabi’ tabi’indan terus bersanbung pada para ulama’ulama’ dan kyai sertya terus bersanbung pada masa sekarang ini.[11]
Tariqat adalah suatu cara atau pendakian yang dsitempuh oleh para ahli Tassawuf atau kaum mutasawwifin untuk mecapai tujuan. Sesuai dengan yang dijelasakan oleh syekh Zainudin bin Ali Al Malibary. “ Tariqat adalah menjalankan amal yang lebih baik, berhati-hati dan tidak memilih jalan kemurahan(keringan )syarat seperti sifat wara’serta ketetapan hati yang tegar seperti latihan jiwa.”[12]
Secara Etimilogi kata tariqat adalah berasal dari bahasa arab Thariqah yang berarti jalan atau metode atau aliran .
Secara terminologi tariqat adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWTdengan tujuan untuk sampai(wushul) kepada-NYA. Tarekat merupakan metode yang harus ditempuh oleh seorang sufi dengan aturan-aturan tertentu sesuai dengan petunjuk guru atau Mursyid (Guru tarekat) tarekat masing-masing, agar berada sedekat mungkin dengan Allah SWT, sehingga  kata tarekat menjadi identik dengan tasawuf.[13]
b. Nilai Ajaran dalam Tareqat
1. Tarekat Qadiriyah
Pendiri tarekat ini adalah Sayyid Muhammad Muhyidin ‘Abdul-Qadir Jilani, yang wafat pada tahun 1266 M diusia 90 tahun. Dalam tarekat ini, dzikir dilakukan dengan keras (yakni,bersuara) tetapi tidak terlalu ausa Asy’ari: Wahai manusia! Janganlah kalian menyusahkan diri dengan suara keras (maksudnya, ucapkanlah dengan perlahan). Kalian tidak sedang menyeru Tuhan yang buta atau tuli. Kalian menyeru Tuhan yang mendengar kalian, melihat kalian, dan yang bersama kaalian. Tuhan yang kalian seru jauh lebih dekat kepadamu dari laher untamu.
Dzikir utama dalam tarekat ini adalah La ilaha illallah. Cara melakukannya ialah sebagai berikut:
Sang dzakir mesti duduk seperti dalam salat sambil menghadap kiblat dan harus menutup matanya. Ia mesti mengucapkan kata La sembari menarik seperti dari pusar, mengangkatnya ke bahunya, dan kemudian mengucapkan ilaha sembari menarik bunyi itu dari otaknya. Sesudah itu , ia mestilah mengetukkannya, yakni mencamkan kata-kata illa Allah dengan kuat pada hatinya, seraya memikirkan  bahwa hanya Allah  sajalah sang kekasih dan hanya Allah sajalah Wujud Hakiki dan Tujuan Hakiki dalam kehidupan. Ia mesti  menandaskan atau mengarahkan  semuanya ini kepada zat suci Allah semata. Sang hamba yang baru mulai memasuki tarekat bakal menafikkan dan menegaskan kecintaan hanya Allah saja lah tujuan dalam kehidupan. Penegasan ini dimaksudkan untuk menyesuaikan keadaan mental seseorang yang mengingat Allah. Inilah tahap dalam membersihkan hati.
2. Tareqat Naqsabandiyah
Nama aliran ini yakni Bahaud Din Naqsabandi dari Bukhara (1390). Aliran ini adalah satu-satunya aliran sufi yang memiliki geneologi silsilah transmisi ilmu melalui pemimpin muslim pertama yakni Abu Bakar.
Salah satu dzikir para syeikh Naqsabandiyah adalah Dzikir al-Itsbat al-Mujarrad atau dzikir berupa penegasan saja yakni zikir nama allah tanpa penegasan atau penafian. Menurut sebagian sufi metode ini adalah demikian: sang hamba mestilah mengangkat kata Allah dari pusarnya dan kemudian mesti mengangkatkanya ke otak dengan segenap kekuatanya seraya menahan nafas. Secara bertahap ia mesti memperpanjang waktu menahan napas dan pada saat yang sama semakin banyak mengulangi dzikir sebanyak 1000 kali dalam satu tarikan napas.
3. Tarekat Chisytiyyah
Imam tarekat Chisytiyyah adalah Khawaja Mu’inuddin Hasan Sanjari Chisty, yang lahir pada tahun 1142 M di Sanjar, sebuah kota di Sistan, daerah pinggiran Khurasan. Wafat pada hari Jum’at di bulan Rajab pada tahun 632 H/ 1235 M.
Dalam tarekat ini para Syeikh menganjurkan metode dzikir berikut ini: sang murid mesti duduk dengan lutut terlipat dan menghadap kiblat. Ia mesti duduk dengan tegak, menutup kedua matanya dan meletakkan kedua tangan di atas lututnya. Jika ia duduk bersila ia harus menahan kima atau nadi kaki kirinya dengan jari kaki kananya. Posisi ini bisa membuat hati merasa hangat, mampu menghilangkan bisikan-bisikan jahat, dan bisa melarutkan lemak disekitar hati, yang menjadi tempat yang membisikkan rasa was-was. Dapat dilakukan dengan dzikir keras atau dzikir diam.[14]
4. Tareqat Sadziliyah
Sadziliyah mulai mendapatkan bentuknya yang jelas melalui syikh Abu al-Hasan al-Sadziliy dari Maroko 1258 M, dan memperoleh sambutan dari khalayak secara luas dan luar biasa. Aliran ini pada masa sekarang dapat dijumpai di Afrika, Mesir, Kenya, Tanzaniyah, Timur Tengah dan Sri Langka dan termasuk Amerika Barat dan Utara.[15]
5. Aliran Rifa’iyah
Aliran ini didirikan oleh syeikh Ahmad al-Rifa’i (1182 M) Di Basrah, menyebar sampai ke Mesir, Syiria, dan baru-baru ini sampai ke Amerika Utara.
6. Aliran Maulawiyah
Aliran ini didirikan oleh Maulana Jalal al-Din Rumi dari Konya, Turki (1273 M). Pada masa sekarang aliran ini banyak dijumpai di Anatolia, Turki dan Amerika Utara. Pengikut aliran ini dikenal sebagai para darwis yang berkelana.
7. Aliran Bektashi
Aliran ini didirikan oleh Hajji Bektash dari Khurasan (1338 M). Perkembangan aliran ini sampai di Anatolia, Turki, dan masih sangat kuat sampai awal-awal abad 20. Pengikut aliran ini dipandang sebai pengikut Syiah.
8. Aliran Ni’amatullah
Aliran ini didirikan oleh syekh Nuruddin Muhammad Ni’amatullah (1431 M) di Mahan, dekat kota Kirman, barat daya Iran. Pengikutnya paling banyak dijumpai Iran dan India.
9. Aliran Tijani
Aliran ini didirikan oleh syekh Abbas Ahmad Ibnu al-Tijani, al-Jazair (1815 M). Aliran ini menyebar keselatan Sahara, Sudan barat dan tengah, Mesir, Sinegal, Afrika Barat, Nigeria Utara Bahkan samoai ke Amerika Barat dan Utara.
10. Aliran Jarrahi
Aliran ini didirikan oleh syekh Nuruddin Muhammad al-Jarrah, Istanbul (1720 M). Penyebaran aliran ini terbatas sampai Turki dan sebagian di Amerika barat dan utara.[16]

C. Tokoh Sufi Tariqat Dari Masa Ke Masa
a. TOKOH-TOKOH SUFI TERMUKA ABAD I DAN II HIJRIYAH[17]
1. Hasa Al-Basri
Nama lengkapnya Al Hasan Bin Abi Al Hasan Abu Sya’id. Dia dilahirkan di madinah pada tahUn 21 H (642 M) dan meninggal di Basyrah pada tahun 110 H (72 M).
Hasan Al-Basri adalah seorang zahid yang termasyhur dikalangan tabi’in. Prinsip ajarannya yang berkaitan dengan hidup kerohanian senantiasa diukurnya dengan sunnah Nabi; bahkan beliaulah yang mula-mula memperbincangkan berbagai masalah yang berkaitan dengan hidup kerohanian, tentang ilmu akhlak yang erat hubungannya dengan cara mensucikan jiwa dan membbersihkan hati dari sifat-sifat yang tercela.
Dasar pendirian Hasan Al Basri adalah hidup zuhud terhadap  dunia, menolak segala kemegahaanya hanya semata menuju kepada Allah, tawakal, khauf, dan raja’. Janganlah hanya semata-mata takut kepada Allah, tetapi ikutilah ketakutan dengan pengharapan. Takut akan murkanya, tetapi mengharap akan rahmatnya.
2. Ibrahim Bin Adham
Namanya adalah Abu Ishak Ibrahim Bin Adham, lahir di Balkh dari keluarga bangsawan arab. Meninggal di negri Persia kira-kira pada tahun 160 H (777 M).
Ibrahim Bin Adham adalah salah seorang zahid di Khurasan yang sangat menonjol di zamannya. Kendatipun dia putra seorang raja dan pangeran kerajaan Balkh, menurut Nicholson, dia tidak terpesona oleh kekuasaan dan kerajaan yang dibawahinya.
3. Sufyan Al Sauri
Namanya dalah Abu Abdullah Sufyan bin Sa’id bin Masruq Al-Sauri Al-Khufi. Dia dilahirkan di Kuffah pada tahun 97 H (715 M), dan meninggal di Basyrah pada tahun 161 H (778 M).
Sufyan Al  Sauri termasuk zahid yang sngat berani, tidak takut dibunuh  dalam mengemukakan kritik terhadap penguasa, beliau sangat mencela kehidupan para penguasa yang bbergelimang dalam kemewahan, hidup berfoya-foya dengan kekayaan negara yang diperoleh dari hasil ekspansi dan kemajuan islam sementara masih banyak rakyat yang hidup dalam kemelaratan.
4. Rabi’ah Al Adawiyah
Nama lengkapnya ialah Ummu Al-Khair Rabi’ah Binti Isma’il Al-Adawiyah Al-Qisiyah. Dia lahir di Basrah pada tahun 96 H (713 M), dan meninggal pada tahun 185 H (801 M) ia dikuburka di dekat kota Jerussalem.
Pokok ajaran tasawuf Rabi’ah adalah tentang cinta. Karena itu, dia mengabdi, melakukan amal sholeh bukan karena takut masuk neraka atau mengharap syurga, tetapi karena cintanya kepada Allah. Cintalah yang mendorongnya ingin selalu dekat dengan Allah; dan cinta itu pulalah yang membuat ia sedih dan menangis karena takut terpisah dari yang dicintainya. Pendek kata, Allah baginya merupaka dzat yang dicintai, bukan sesuatu yang harus  ditakuti.
b. TOKOH-TOKOH SUFI TERMUKA ABAD III DAN IV HIJRIYAH[18]
1. Ma’ruf Al-Karkhi
Namanya dalah Abu Mahfuz  Ma’ruf bin Firuz Al-Karkhi. Ia berasal dari Persia, namun hidupnya lebih lama di Bagdad, yaitu pada masa pemerintahan Haru Ar-Rasyid. Ia meninggal di kota ini pada tahun 200 H (815 M).
Ma’ruf Al-Karkhi dikenal sebagai sufi yang selalu diliputi rasa rindu kepada Allah sehingga ia digolongkan kelompok auliyak. Dia  dipandang sangat berjasa dalam meletakkan dasar-dasr tasawuf. Dan dia adalah orang pertama yang mengembangkan tasawufnya dari paham cinta yang dibawa oleh Rabi’ah Al-Adawiyah. Ia mengatakan bahwa timbulnya rasa cinta kepada Allah itu bukan karena diusahakan melalui belajar, tetapi datangnya semata-mata karena karunia Allah.
2. Abu Al-Hasan Surri Al-Saqti
Namanya adalah Abu Al-Hasan Surri Al-Mukhlisi Al-Saqti. Dia meninggal pada tahun 253 H (867 M) dalam usia 98 tahun. Dalam sejarah sufi ia terkenal sebagai pelopor dalam membahas soal tauhid dan merupakan orang yang paling wara’ pada masanya.  Disamping itu, ia pun seorang masjid Bagdad. Diantara kata-katanya yang menggambarkan tentang akhlak dan pendidikan moral ialah: “Kekuatan paling dahsyat adalah nafsu, oleh karena itu hendaknya kau mampu mengendalikannya. Dan barang siapa tidak mampu mengendalikan dirinya, niscaya dia lebih tidak mampu lagi mengendalikan orang lain.”
3. Abu Sulaiman Al-Darani
Nama lengkapnya aialah Abu Sulaiman Abdurrahman bin Utbah Al-Darani, dia lahir di Daran, sebuah kampung di kawasan Damaskus dan meninggal pada tahun 215 H (830 M).
Dia merupakan tokoh sufi terkemuka, seorang ‘arif dan hidupnya sangat wara’. Hidup kerohaniannya penuh diliputi dengan kebersihan jiwa dan kesucian pribadi.
4. Haris Al-Muhasibi
Nama lengkapnya ialah Abu Abdillah Al-Haris bin Asad Al-Basri Al-Muhasyibi. Dia lahir di Basrah pada tahun 165 H (781 M) dan meninggal di Bagdad pada 243 H (857 M).
Dia adalah seorang ulama yang termashur dalam ilmu ushul dan ilmu aklhak, disamping dia juga seorang guru yang kenamaan di kota Bagdad.
Menurut Al-Taftazani, dalam  karangan para sufi, barang kali dia lah yang pertama kali membahas masalah moral dan hal-hal yang berkaitan dengannya seperti  latihan jiwa, taubat, sabar, reda, tawakal, taqwa, takut dan lain sebagainya. Dan dia dalah salah seorang sufi yang mengkompromikan ilmu syari’at dengan ilmu hakikat.
5. Zu Al-Nun Al-Misri
Nama lengkapnya adalah Al-Faid Sauban bin Ibrahim Zu Al-Nun Al-Misri. Dia lahir di Ekhmim yang terletak  di kawasan Mesir hulu pada tahun 155 H (770 M). Dia meninggal pada tahun 245  H (860 M).
Dia terkenal keluasan ilmuny, kerendahan hatinya, dan budi peketinya yang baik. Dalam tasawuf posisinya dipandang penting karena dia itulah yang pertama di Mesir yang memperbincangkan masalah akwal dan maqomat para wali.
6. Abu Yazid Al-Bustami
Nama lengkapnya adalah Abu Yazid bin Isa bin Syurusan Al-Bustami. Dia lahir sekitar tahun 200 H (814 M) di Bustam, bagian timur laut persia. Di Bustam pula ia meninggal pada tahun 261 H (875 M).
Abu Yazid adalah seorang zahid yang terkenal. Baginya zahid itu adalah seseorang yang telah menyediakan dirinya untuk hidup berdekatan dengan Allah. Hal ini berjalan melalui tiga fase, yaitu zuhud terhadap dunia, zuhud terhadap akhirat, dan zuhud terhadap selain Allah. Dalam fase terkhir ini ia berada dalam kondisi mental yang menjadikan dirinya tidak mengingat apa-apa lagi sselain Allah.
7. Junaid Al-Baghdadi
Nama lengkapnya adalah Abu Al-Qosim Al-Junaid bin Muhammad Al-Khazzaz Al-Nihawandi. Dia meninggal di Bagdad pada tahun 297 H (910 M).
Al-Junaid adalah seorang sufi yang mempunyai wawasan luas terhadap ajaran tasawuf dan mampu membahas secara mendalam, khususnya tentang paham tauhid dan fana’.
8. Al-Hallaj
Nama lengkapnya adalah Abu Al-Mugis Al-Husain bin Mansur bin Muhammad Al-Baidawi. Dilahirkan pada tahun 244 H/858 di Tur, salah satu desa dekat Baida di Persia.
Al-hallaj adalah seorang alim dalam ilmu agama Islam. Ia adalah seorang yang hafal Al-Qur’an dan sarat dengan pemahamanya, menguasai ilmu fiqih dan hadits, serta tidak diragukan lagi keahlianya dalam ilmu tasawuf.
9. Abu Bakr Al-Syibli
Nama lengkapnya Abu Bakr Dulaf bin Jahdar al-Syibli. Dilahirkan di Baghdad, meninggal pada tahun 334 H/ 946 M dalam usia 87 tahun.
Tentang arti dan hakikat tasawuf dan sufi, al-Syibli mengatakan bahwa tasawuf ialah duduk bersama Allah tanpa ada rasa duka. Dan katanya pula bahwa tasawuf adalah kehalusan yang membakar. Selanjutnya, katanya sufi ialah orang yang terputus hubunganya dengan makhluk dan senantiasa beerhubungan dengan khalik. Dan katanya pula orang-orang sufi ialah anak-anak kecil dalam pengakuan tuhan.
c. Tokoh-Tokoh Sufi  Abad V H[19]
1. Al-Qusyairi
Nama lengkapnya adalah ‘Abd al-Karim bin Hawazin al-Qusyairi. Dilahirkan pada tahun 376 H di Istiwa kawasan Nishapor. Ia meninggal pada tahun 465 H.
Al-Qusyairi terkenal karena ia menulis sebuah risalah tentang tasawuf yang diberi nama Al-Risalah al-Qusyairiyah.
2. Al- Harawi
Nama lengkapnya Abu Isma’il Abdullah bin Muhammad al- Ansari. Dia lahir pada tahun 396 H di Herat kawasan Khurasan. Dia adalah seorang fiqih dari madhab Hambali; dan karya-karyanya dibidang tasawuf dipandang amat bermutu. Dia mendasarkan tasawufnya diatas doktrin Ahl al-Sunnah, bahkan ada yang memandangnya sebagai pengasas gerakan pembaharuan dalam tasawuf.
3. Al- Gazali
Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Tusi al-Syafi’i. Dia dilahirkan pada tahun 450 H/ 1058 M, di suatu kampung yang bernama Gazalah, di daerah Tus yang terletak di kawasan Khurasan. Ia meninggal pada usia 55 tahun di kota kelahiranya Tus pada tanggal 14 Jumadil Akhir 505 H/ 19 Desenber 1111 M.
Al Gozali adalah tokoh tasawwuf terbesar sekaligus seorang filosof. Beliau seorang yang sangat haus akan ilmu pengetahuan . Yang menarik perhatian dalam sejarah hidupnya adalah kehausan akan ilmu pengetahuan dan keinginanya untuk mencapaisuatu kenyakinan dan mengetahui hakikat segala sesuatu.[20]
Perbedaan Al Gozali dengan para Sufi sebelumnya adalah karena dia telah menjadikan Tasawuf untuk mengenal (Ma’rifat) Allah, dengan ciri-ciri dan batasan-batasan yang jelas. Bahkan teorinya tentang ma’rifat sebagai pengalaman tasawwuf bisa dipandang sebagai teori yang komplementer dan komprehensif dengan pendapat-pendapat yang bercerai berai dari para sufi sebelumnya. Al Gazali menguraikan bahwa pengetahuan ma’rifah akan dapat dicapi dengan hati/kalbu yang bersih. Artinya hati/kalbu yang bersihlah yang dapat menerima”Nur”(Nubuah)dari tuahan untuk mrngenal sesuatu dalam makna yang sebenarnya(hakikatnya). Syarat utama yang harus diupayakan adalah mensucikan atau membebasakan hati dari selain Allah.[21]
d. Tokoh-Tokoh Sufi Terkemuka Abad Ke VI H dan Seterusnya[22]
1. Al-Suhrawardi al- Maqtul
Nama lengkapnya adalah Abu al-Futuh Yahya bin Habsy bin Amrk. Dia dilahirkan di Suhrawad sekitar tahun 549 H dan dibunuh di Halb (Alippo) atas perintah Salahuddin tahun 587 H.
2. Mubyidin Ibn ‘Arabi
Nama lengkapnya Abu Bakr Muhammad bin Muhyidin al-Hatimi al-Ta’i al-Andalusi. Dia lahir pada tanggal 17 Ramadhan 560 H/ 28 Juli 1163 M di Mercia dan Meninggal pada tanggal 28 Rabi’ul Akhir 638 H/ 16 Nopember 1240 M.
3. ‘Abd al- Karim al-Jili
Nama lengkapnya ‘Abd al- Karim bin Ibrahim al-Jili. Dia dilahirkan di al-Jilli suatu tempat dikawasan Baghdad pada tahun 767 H / 1365 M dan meninggal pada tahun 805 H/ 1403 M.
4. Ibn al-Farid
Nama lengkapnya adalah Syarifuddin ‘Umar Abu al-Hasan ‘Ali. Diadalah seorang penyair sufi cinta illahi yang dilahirkan di Cairo pada tahun 576 H dan meninggal di tempat kelahiranya pada tahun 632 H / 1233 M.
5. Jalaludin Ar-Rumi
Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qunuwi. Dia dilahirkan di Balkh pada tahun 604 H / 1217 M. Dan Meninggal pada 672 H/ 1217 M.


BAB  III
ANALISIS

A. Setelah membahas makalah tentang ma’rifah dan Tariqat dan telah kita ketahui banyak sekali perbedaan tentang devinisi dari Ma’rifah :
· Istilah Ma’rifat beasal dari kata “ Al-Ma’rifah “. Yang berarti mengetahui atau mengenal sesuatu apabila dihubungkan denmga pengalaman tasawuf
· Asy-Syekh Ihsan Muhamad Dahlan Al- Kadiriy
“Ma’rifah adalah hadirnya kebenaran Allah( pada sufi )...dalam keadaan hatinya selalu berhubungan dengan nur illahi...”
· Imam Al-Qusyairy mengemukakan pendapat Abdur Rahman Bin Muhamad Bin Abdillah yang mengatakan:
“Ma’rifah membuat ketengan dalam hati, sebagaimana ilmu pengetahuan membuat ketenangan ( dalam akal pikiran ). Barang siapa yang meningkat Ma’rifahnya maka meningkat pula ketenangan ( hatinya ).”
· Mengenal Allah ( Ma’rifat ) adalah kehidupan hati lewat Tuhan dan berpalingnya pikiran-pikiran manusia dari semua yang bukan Tuhan.
Rosullallah SAW bersabda :
“ Jika engkau mengenal Allah sebagai dia harus dikenal, engkau akan dapat berjalan diatas lautan, dan gunung-gunung akan bergerak bila kau perintah.” Mengenal Allah ada dua jenis : secara ilmu pengetahuan ( ilmi ) dan secara perasaan ( hali ).
Dari banyak pendapat diatas maka sudah jelas Ma’rifat adalah mengenal Allah dan hanya mengikirkan Allah dan tidak memikirkan lainya, Dalam Hadist-hadist dan firman Allah yang telah disebutkan dalam Al Qur an hikmah dari Ma’rifat kepada Allah ada bnyak sekali, diantaranya membuat hati orang tersebut menjadi tenang serta dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Paham-paham ma'rifat
Paham tentang Ma’rifat dibedakan menjadi beberapa pendapat dalam bab ini membahas diibaratkan Ma’rifat sebagai benda apapun dan seorang yang telah benar-benar ma’rifat pada allah apapun yang mereka lihat maka hanya Allah semata yang ada didalam pandangan dan hati orang tersebut. Seperti pada penjelasan para Ahli sufi :
· Kalau mata yang ada didalam hati sanubari manusia terbuka, maka mata kepalanya tertutup dan waktu inilah yang dilihat hanya Allah
· Ma’rifat adalah cermin. Apabial seorang yang arif melihat kearah cermin maka apa yang dilihatnya hanya Allah
· Orang arif baik diwaktu tidur dan bangun yang dilihat hanyalah Allah SWT
· Seandainya Ma’rifat itu materi, mak semua orang yang melihat kan mati karena tgidak tahan melihat kecantikan serta keindahanya dan semua cahaya akan menjadi gelap disamping cahaya keindahan yang gilang gemilang

Jalan menuju Ma’rifat
Ketika seseorang ingin Ma’rifat maka dia dapat menempuh dengan jalan jalan yang telah banyak diterangkan oleh para ahli sufi, para ahli sufi berpendapat bahwa jalan menuju Ma’rifat yakni dengan jalan jalan tertentu yakni ada tiga dan kita sebagai mahluk Allah tidak harus melaksanakan tiga alat tersebut karena jalan menuju Ma’rifat yakni ada banyak asalkan kita sebagai hamba melaksanakan perintahnya dan menjahui segala laranganya.

B. Makalah diatas telah membahas tentang tariqat dan banyak sekali perbedaan pendapat tentang tariqat
· “tariqat adalahpengamalan syari’at, melaksanakan beban ibadah ( dengan teku )Dan menjauhkan ( diri ) dari ( sikap ) mempermudah ( ibadah ) yang sebenarnya  memang tidak boleh dipermudah.”
· “Tariqat adalahmenjauhi larangan dan menjalankan perintah Tuhan sesuai dengan kesanggupanya baik larangan dan perintah yang nyata maupun yang tidak.”
· Tariqat menurut pandangan para ulama’ Mutashawifin, yaitu jalan atau petunjuk dalam melaksanakan suatu ibadah sesuai dengan ajaran yang dibawa nabi Muhamad SAW, dan yang dicontohkan oleh beliau pada para sahabatnya serta pada para tabi’in.tabi’ tabi’indan terus bersanbung pada para ulama’ulama’ dan kyai sertya terus bersanbung pada masa sekarang ini.
· Sehingga tariqat adalah suatu jalan yang ditempuh oleh seorang hamba untuk mencapi Ma’rifat (mengenal Allah)

Nilai Ajaran dalam Tariqat
Dalam Tariqat nilai ajaran telah dibagi menjadi sepuluh, dari semua nilai ajaranya maka dapat disimpulakan bahwa nilai ajaran dalam toriqat yakni apapun itu yang terpenting tidak melanggar hal-hal yang diperintah dan hal-hal yang dilarang allah, dengan begitu semua ajaran yang ada pada toriqat sudah terkandung didalamnya.

C. Penjelasan diaTokoh sufi dari masa kemasa
Dalam Ilmu tasawuf kurang lebih terdapat 24 tokoh sufi yang telah jaya dari masa kemasa. Dan dari setiap tokoh sufi kesemuanya mempunyai penemuan masing-masing diantaranya yakni al Gazali tentang Ma’rifat dan tokoh-tokoh lain tentang cionta serta masih banyak lainya. Maka dari kelompok kami telah menyimpulkan bahwa setiap tokoh sufi dari masa kemasa telah mempunya ciri khas tersendiri.


BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
· Dalam Tasawwuf pengertian ma’rifat telah menjadi sebuah kericuan karena banyaknya para shohabat dan para Ulama’ yang telah mengemukakan pendapat tetapi dari semua pendapat yang telah dikemukakan inti dari pendapatnya yakni Pengenalan kepa Allah SWT. Serta mempunyai beberapa paham.
· Banyak para Ahli tasawwuf telah mengemukakan pendapat tentang pengertian dari torikat dan inti dari pendapatnya yakni Jalan menuju Ma’rifat
· Dalam tasawwuf banyak terdapat ahli sufi dari masa kemasa kurang lebih ada 24 ahli sufi yang telah menemukan penemuan masing-masing.

B. Saran
Penulis menyadari makalah ini jauh dari tingkat kesempurnaan, Demi penyempurnaan makalah ini, saran dan kritikan teman-teman sangat dibutuhkan. Kesalahan dan kekeliruan yang terdapat dalam makalah ini adalah bukti dari kerancuan pemikiran penulis, dan semua itu tidak lepas dari sifat manusia yang selalu salah dan lupa.


Daftar Pustaka

Al-Hujwiri. 1995. Kasyful Mahjub. Bandung:MIZAN.
As, Asmaran. 2002. Pengantar Studi Tasawuf. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Fadhlalla Hairi, Syaikh. 2000. Jenjang-Jenjang Sufisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Masyharuddin, Syukur amin.2002. Intelektualisme Tasawwuf. Semarang:Lembkota
Musnar, Tohari. 2004. Jalan Lurus Menuju Ma’rifatullah. Yogyakarta: Mitra Pustaka.
Mustofa, A. 2008. Akhlak Tassawuf. Bandung:Pustaka Setia.
Mz, Labil. 2001. Memahami Ajaran Tasawuf. Surabaya: Bintang Usaha Jaya.
Saifullah Al Aziz S, Moh. Risalah Memahami Ilmu Tassawuf. Surabaya:Terbit Terang.
Valiuddin, Mir. 2000. zikir & Kontemplasi Dalam Tasawuf. Bandung: Pustaka Hidayah.
Zuhri, Saifuddin. 2011. Tarekat Syadziliyah Dalamperspektif  Perilaku Perubahan Sosial. Yogyakarta: Teras.


[1] Tohari Musnamar, Jalan Lurus Menuju Ma’rifatullah(Yogyakarta:Mitra Pustaka, 2004).hal, Viii
[2] A. Mustofa, Akhlak Tassawuf(Bandung:Pustaka Setia, 2008).hal,280-281
[3]Ibid.,hal.251-252
[4] Moh. Saifullah Al Aziz S.Risalah Memahami Ilmu Tassawuf (Surabaya:Terbit Terang)hal.83
[5] Al-Hujwiri, Kasyful Mahjub(Bandung:MIZAN, 1995).hal, 242
[6] Ibid., hal.242
[7] A.Mustofa, op, cit., hal.254
[8] Ibid., hal 254
[9] Ibid., hal 245-246
[10] Ibid., hal 280-281
[11] Moh. Saifullah Al Aziz S, op.cit.,hal 77
[12] Ibid., hal 77-78
[13] Saifuddin Zuhri,Tarekat Syadziliyah Dalamperspektif  Perilaku Perubahan Sosial (Yogyakarta: Teras,2011).,h. 11
[14]  Mir Valiuddin, zikir & Kontemplasi Dalam Tasawuf (Bandung: Pustaka Hidayah, 2000).,h. 157-159
[15] Syaikh Fadhlalla Hairi, jenjang-jenjang Sufisme (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000).,h. 40
[16] Ibid.,h. 42
[17]  Asmaran As, Pengantar Studi Tasawuf (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2002).,h 265-278
[18] Ibid.,h 279-325
[19] Ibid.,h 326-343
[20] Labib MZ, Memahami ajaran tasawwuf, (Surabaya:Bintang Usaha jaya, 2001);hal.82-83
[21] Amin Syukur dan Masyharudin,Intelektualisme Tasawwuf,(Semarang, Lembkota, 2002);hal.158-165
[22] Ibid.,h 344-371
Description: MAKALAH AKHLAK TASAWUF - MA'RIFAT DAN TORIQOH Rating: 4.5 Reviewer: Aan Ahmad Qolfathiriyus - ItemReviewed: MAKALAH AKHLAK TASAWUF - MA'RIFAT DAN TORIQOH

Tuesday, September 15, 2015

MAKALAH AKHLAK TASAWUF - AKHLAK ISLAMI DALAM STATUS PRIBADI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita mengetahui bahwa dalam era globalisasi ini banyak pemuda-pemudi yang sudah kehilangan akhlakul karimahnya,sehingga perlu pemahaman dan pembelajaran untuk mengkaji akhlak dan tasawuf.Dimana yang menjadi pokok pembahasan adalah akhlak sebagai pribadi diri sendiri.Karena bertolak dari sinilah sebuah pribadi dapat dinilai berhasil menjadi sosok yang mulia dipandang dari manapun atau terjadi ketimpangan-ketimpangan yang masih perlu dibenahi.
Dalam praktisnya yang menjadi ruang lingkup pembahasan ini adalah bagaimana pribadi sebagai Hamba Allah SWT yang baik,bagaiman pribadi menjadi seorang anak,bagaimana sikap yang seharusnya dan semestinya kita lakukan pada orang tua serta sikap yang harus kita miliki ketika bersinggungan dengan Masyarakat.Bila semua aspek atau unsure-unsur akhlak sebagai status pribadi  dimiliki oleh suatu individu,maka harus sering diterapkan.Agar menjadi suatu kebiasaan,yang merupakan salah satu filosofi dari definisi akhlak itu sendiri.Karena tanpa ada pembiasaan , meskipun kita memiliki sifat mulia yang kental dalam diri kita,kita tidak akan mencapai pribadi yang seimbang.
Kesemuanya itu bersifat berkesinambungan,artinya bila salah satu akhlak pribadi dapat dikatakan kurang baik,maka tidak dapat dijamin bahwa akhlak pribadi yang lain adalah baik. Dengan kata lain, satu pincang yang lain pun patut dipertanyakan keabsahan pribadinya.Ruang lingkup akhlak Islam cukup luas pembahasannya.Pada banyak kasus terjadi ketimpangan-ketimpangan yang ada pada akhlak sebagai status pribadi.Dapat diambil contoh misalnya pribadi sebagai hamba Allah yang baik belum tentu pribadi yang lain ikut baik.Memang bila dilihat sepintas,pribadi sebagai hamba Allah merupakan dasar yang melandasi pribadi-pribadi yang lain.Bagaimana dengan seorang Guru mengaji yang notabene mampu dan tahu akan bidang keagamaan,terutama akhlak.Namun seperti yang terjadi di Indonesia,seringkali kita mendengar kasus pencabulan ;yang dilakukan oleh seorang tokoh agama kepada seorang muridnya.Entah apa yang memotivasi orang-orang seperti itu untuk berbuat hal yang tidak senonoh.Apakah agama hanya digunakan sebagai jalan menuju kejahatan? Astaghfirullahaladzim…Benar-benar miris kita mendengarnya.Artinya pribadi aslinya adalah buruk,namun dengan berdalih sebagai tokoh agama,maka tampaklah baik ia.Atau mungkin juga memang pribadinya baik,namun ia hanya khilaf karena nafsu dan sifat manusiawi yang tak terkendalikan.Ada pula tokoh agama dalam suatu organisasi besar seperti  MUI ,tega menelan uang yang bukan haknya.Bahkan uang itu adalah uang yang mengalir untuk keagamaan,Apakah mereka pantas disebut tokoh pemuka agama? Apakah kevalidan agama mereka dapat dipertanggungjawabkan.Hal itu menunjukkan bahwa pribadi yang bagus sebagai hamba Allah sebagai pusat segala yang ada di semesta ini tidak menjamin semuanya akan bagus.Karena adanya factor sifat manusiawi yang tak pernah lepas dari semua insane di dunia ini.Perlu keseimbangan antara kesemuanya itu.
Akan terjadi suatu keseimbangan bilamana semua lini bagus.Kita sebagai hamba Allah harus memiliki akhlak yang baik kepadaNya,kemudian pribadi kita sebagai anak harus kita bangun terus sesuai dengan akhlak mahmudah,dengan kita mendalami dan membiasakan diri berbuat mulia sebagai Anak,kita akan lebih mudah berakhlak mulia pada Kedua Orang Tua kita.Karena memang berhubungan erat pribadi sebagai anak dengan berakhlak kepada Ayah Ibu.Anak tidak pernah terlepas dari orang tua,keduanya merupakan satu kesatuan.Maka sudahlah pasti,bila membicarakan anak,akan dibahas tentang orang tua dan sebaliknya.Pendidikan akhlak dalam prosesnya terjadi di dalam lingkup keluarga.Tangan seorang Ayah dan Ibulah yang akan melukis pribadi seorang anak di masa depan.Seorang anak yang dididik baik,kelak pasti akan menjadi orang yang baik pula.Dan sebaliknya,bila polesan dari orang tuanya tidak mengarah pada penanaman sifat-sifat yang baik maka hasilnyapun akan tak baik pula.Orang yang tak baik karena didikan keluarga sejak dini,akan sulit diperbaiki atau ditata.Karena sikap-sikap yang ditanamkan orang tua itu sangat melekat pada diri seorang anak.Jati diri seorang anak ialah sifat-sifat yang ditanamkan oleh orang tuanya itu.Bila pembentukan akhlak di keluarga dapat dikatakan berhasil,maka jalan berakhlak baik di masyarakatpun terbuka lebar.Banyak contohnya tentang hal ini di masyarakat luas.Dan banyak pula contoh tentang seorang anak yang memiliki pribadi sebagai anak kurang baik,maka dalam prakteknya di masyarakat ia akan kesulitan.Kita dapat mengaca pada definisi akhlak itu sendiri.Akhlak merupakan sesuatu yang bias dikatakan suatu kebiasaam.Artinya secara tidak sengaja kita akan berbuat sesuai sifat yang telah ada dalam diri kita tanpa berfikir atau mempersiapkan tindakan tersebut.Jadi apa yang ada di dalam diri kita,dalam praktisnya pasti akan tertuang dalam suatu perbuatan.Dan kita tidak akan bisa berbohong kepada diri kita sendiri,lebih-lebih orang lain.
Memang kesemuanya itu harus seimbang,harus sama baiknya,.Jika masing-masing pribadi dalam berakhlak berbobot akan terjadi suatu kausalitas atau hubungan yang berlangsung baik.Terjadi sebuah sinkronisasi yang akan memudahkan terwujudnya akhlak-akhlak tersebut.Maka terwujud pula pribadi yang dapat menjalankan diri sebagai subyek yang berhubungan dengan obyek tunggal maupun jamak.Tidak mudah mensinkronkan antara pribadi sebagai hamba Allah,sebagai anak,sebagai anak terhadap ayah ibu,dan terhadap masyarakat.Seperti yang telah terjadi,banyak problematika yang mengatakan dan menjelaskan kegagalan akan berpribadi untuk berakhlak mulia.Kegagalan adalah ketidaksinkronan itu tadi.Tugas kita adalah bagaimana dengan akhlak tasawuf ini kita dapat menjadikan diri kita berseri karena mampu melakukan akhlak mahmudah dan menjauhi akhlak mazmumah.Untuk melakukan itu semua tentu perlu adanya sumber dari akhlak-akhlak islami.Kita sebagai umat Islam tentu berpegang pada kedua sumber vital yaitu Al-Quran dan Al-Hadist.Keduanya merupakan pedoman dan landasan yang menyangkut  segala apa yang ada dalam hidup ini.Kita dapat mengatasi problem-problem yang ada dengan menguasai ajaran dalam pedoman tersebut.Karena segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti tercantum pada keduanya.Maka kita wajib mempelajarinya untuk mencapai tujuan berpribadi luhur.Akhlak Islami itu sendiri memiliki ciri-ciri yang harus kita pahami.Sebelum kita melakukan suatu perbuatan,kita harus terlebih dulu mengidentifikasi bentuk perbuatan itu dan nilai apa yang terkandung di dalamnya.Nilai dapat berupa benar dan salah.”Benar” berhubungan dengan segala sesuatu yang sifatnya baik.Sedangkan “salah” berhubungan dengan segala sesuatu yang sifatnya buruk.
Dengan mampu membedakan mana yang baik mana yang buruk,mana yang benar dan mana yang salah maka jelaslah arah suatu perbuatan.Jika kita tidak terlebih dulu mengkaji suatu perbuatan,bagaimana kita akan mengambil manfaat dari tindakan tersebut.Kejelasan tentang benar dan salahnya suatu perbuatan akan membawa kita pada suatu pemahaman konsep akhlak Islami yang benar.Baik buruk dan benar salah itu cakupannya sangat luas.Baik buruk disini harus disesuaikan dengan sumber akhlak Islami yaitu Al-Quran dan Al Hadist.Kebenaran dan kesalahan menurut Islam itu bagaimana,baik buruk menurut islam itu yang seperti apa,semuanya akan terjawab ketika kita merujuk pada kedua pedoman tersebut ketika memahami suatu tingkah laku.Maka dari itu,makalah ini akan membahas konsep-konsep yang menyangkut semua itu.

B. Rumusan Masalah
1. Apa ciri-ciri dan sumber akhlak Islami dalam status Pribadi?
2. Bagaimana pribadi sebagai Hamba Allah dalam kaitannya dengan akhlak islami?
3. Bagaimana pribadi sebagai Anak dalam kaitannya dengan akhlak islami?
4. Bagaimana akhlak kepada Orang Tua dalam kaitannya dengan akhlak islami dalam status pribadi?
5. Bagaimana akhlak kepada Masyarakat dalam kaitannya dengan akhlak islami dalam status pribadi?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui ciri-ciri dan sumber akhlak Islami dalam status Pribadi
2. Untuk memahami bagaimana pribadi sebagai Hamba Allah dalam kaitannya dengan akhlak islami
3. Untuk memahami bagaimana pribadi sebagai Anak dalam kaitannya dengan akhlak islami
4. Untuk mengetahui bagaimana akhlak kepada Orang Tua dalam kaitannya dengan akhlak islami dalam status pribadi
5. Untuk mengetahui Bagaimana akhlak kepada Masyarakat dalam kaitannya dengan akhlak islami dalam status pribadi

BAB II
PEMBAHASAN
A. Sumber dan Ciri-ciri Akhlak Islam
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata Akhlak diartikan budi pekerti atau kelakuan. Kata akhlak walaupun terambil dari bahasa Arab yang biasa diartikan tabiat, perangai, kebiasaan    namun kata seperti itu tidak ditemukan dalam Al-Qur’an.[1] Sedangkan akhlak(Arab) moral berarti akhlak. Etika berarti ilmu akhlak.[2]
Al Qur’an dan Al Hadist adalah sumber yang membahas semua aspek yang ada dalam kehidupan ini.Termasuk tentang kebaikan dan keburukan.Tentu di dalam kebaikan dan keburukan terkandung cara bagaimana kita harus berperilaku,sehingga dapat jelaslah mana yang benar dan mana yang salah. Dikatakan bahwa yang disebut baik adalah sesuatu yang menimbulkan rasa keharuan dan kepuasan, kesenangan, persesuaian, dan seterusnya.[3]Begitupula dengan nilai buruk, yang ditandai dengan hal-hal yang menyengsarakan. kebaikan dan keburukan menurut panilaian ahli tasawwuf adalah terkait dengan kehidupan ukhrowi, jika kebaikan diperoleh di dunia, maka kebaikan tersebut harus menjadi penyebab untuk memperoleh kebaikan di akhirat.[4]Kebenaran yang objektif yang merupakan kebenaran yang pasti dan satu itu adalah kebenaran yang didasarkan kepada peraturan yang dibuat adalah kebenaran yang didasarkan kepada peraturan yang dibuat oleh Yang Maha Satu, Yang Maha Mengetahui akan segala sesuatu yang Maha Benar.[5] Walaupun tujuan orang atau golongan di dunia ini berbeda-beda, sesungguhnya pada akhirnya semuaya mempunyai tujuan yang samasebagai tujuan akhir tiap-tiap sesuatu, bukan saja manusia akan tetapi binatang pun mempunyai tujuan.[6]
Menurut bahasa,akhlak adalah bentuk jamak dari khuluq(khuluqun) yang berarti budi pekerti,perangai,tingkah laku,atau tabiat.[7] Dalam bahasa Yunani pengertian khuluq ini  disamakan dengan kata ethicos atau ethos,artinya adab kebiasaan,perasaan batin,kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan.[8]Ethicos kemudian berubah menjadi etika.[9]Akhlak Islam merupakan sistem moral yang berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan ,maka tentunya sesuai dengan dasar dari agama itu sendiri,dan dasar dari agama Islam adalah Al Quran dan Al Hadist.
Akhlak Islam meliputi segala segi hidup dan kehidupan manusia berdasarkan asas kebaikan dan bebas dari segala kejahatan. Islam tidak hanya mengajarkan tetapi menegakkannya dengan janji dan sangsi illahi yang Maha Adil. Tuntunan moral sesuai dengan bisikan hati nurani, yang menurut kodratnya cenderung kepada kebaikan dan membenci keburukan.[10]
Ada 5 ciri perbuatan akhlak:
a. Perbuatan akhlak adalah perbuatan akhlak yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga telah menjadi  kepribadiannya.
b. Perbuatan akhlak adalah adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar.
c. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran.
d. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yg dilakukan dengan sesungguhnya, bukan main-main atau karena bersandiwara.
e. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena  allah.[11]

B. Pribadi sebagai Hamba Allah
Kenyataan di jagad raya (dunia) membuktikan bahwa ada kekuatan yang tidak Nampak. Dia mengatur dan memelihara alam semesta ini.Juga Dialah yang menjadi sebab adanya semua ini. Dalam pengaturan alam semesta ini terlihat ketertiban, dan ada suatu peraturan yang berganti-ganti dan gejala dating dengan keteraturan-Nya.
Semua kenikmatan tersebut, bukan berarti “ Sang Pencipta mempunyai maksud kepada manusia supaya membalas dengan sesuatu, itu tidak, tetapi Allah SWT.memerintahkan manusia agar senantiasa beribadah kepada-Nya.Titik  tolak  akhlak  terhadap  Allah  adalah  pengakuan   dan kesadaran  bahwa  tiada  Tuhan  melainkan  Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji; demikian agung sifat itu, yang  jangankan manusia, malaikat pun tidak akan mampu menjangkau hakikat-Nya.[12]Hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan makhluk dengan kholiknya. Dalam masalah ketergantungan , hidup manusia selalu mempunyai ketergantungan kepada yang lain. Dan tumpuan serta pokok ketergantungan adalah ketergantungan kepada yang Maha Kuasa, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Sempurna, ialah Allah Rabul ‘alamin, Allah Tuhan Maha Esa.
Ketergantungan manusia kepada Allah ini, difirmankan Allah:
اللهُ الصَّمَدُ{الإخلاص:2}
Artinya:
“Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”.(QS.Al-Ikhlas:2)
Kalau di dalam sesuatu hal dalam hidup sehari-hari untuk mencapai suatu tujuan tergantung kepada “Sesuatu”, maka kita harus memperhatikan ketentuan dari “Sesuatu” itu agar tujuan kita tercapai. Memenuhi ketentuan “Sesuatu” itu adalah sesuatu keharusan bagi kita.
Kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, tergantung kepada izin dan ridha Allah. Dan untuk itu Allah memberikan ketentuan-ketentuan agar manusia dapat mencapainya. Maka untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat itu dengan sendirinya kita harus mengikuti ketentuan-ketentuan dari Allah SWT.
Sesungguhnya Allah telah memberi berbagai kenikmatan kepada manusia.Allah menunjukkan itu semua bukan untuk dihormati,karena dihormati atau tidak oleh makhlukNya, Allah tetaplah Dzat Yang Maha Mulia.Jadi sudah sepantasnya sebagai hamba,manusia menunjukkan akhlak yang semestinya kepada sang Pencipta.
Firman Allah:
وَاِنْ تَعْدُّوْا نِعْمَةَ اللِه لَا تُحْصُوْهَا اِنَّ اللهَ لَغَفُوْرُ رَحِيْمٌ {النخل:18}
Artinya:
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikamat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun Lagi maha Penyayang”.
(QS.An-Nahl:18).
Secara moral manusiawi, manusia mempunyai kewajiban kepada Allah sebagai kholiknya, yang telah member kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya.
Pada garis besarnya kewajiban manusia kepada Allah menurut hadits Nabi, yang diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal bahwa Nabi Saw. Bersabda kepada Mu’
كُنْتُ رِدْفَ النَّبِى صَلَى اللهُ عليهِ وسلَّمَ عَلَى حِمَارِ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ فَقَالَ : ياَ مُعَاذُ، هَلْ تَدْرِىْ حَقَّ اللهِ عَلَى عِبَادِهِ وَمَا حَقَّ اْلعِبَادِ عَلَى اللهِ ؟ قُلْتُ : اللهُ ورَسُوْلُهُ اَعْلَمُ قَالَ : فَإِنَّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ اَنْ يَعْبُدُوْهُ وَلَايُشْركُوا بِهِ شَيْأً وَحَقُّ العِبَادِ عَلَى اللهِ اَنْ لَايُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكَ بِهِ شَيْأً , قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ! اَفَلَا اُبَشِّرُ بِهِ النَّاسِ؟ قَالَ : لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوْا
Artinya:
“Adalah aku duduk di belakang Nabi di atas sebuah keledai yang dinamai Ufair, maka bersabda Nabi: Hai Mu’adz apakah engkau mengetahui hak Allah atas hamba-Nya dan apa hak engkau mengetahui hak hamba terhadap Allah? Menjawab aku, Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Bersabda Nabi: maka bahwasanya hak Allah atas para hamba, ialah : Mereka menyembah-Nya dan tidak memperserikatkan Dia dengan sesuatu dan hak para hamba terhadap Allah, Tiada Allah mengadzabkan orang yang tidak memperserikatkan Dia dengan sesuatu. Mka berkata aku, ya Rasullah, apa tidak lebih baik saya menggembirakan para manusia dengan dia? Bersabda Nabi, jangan kamu menggembirakan mereka yang menyebabkan mereka akan berpegang kepada untung saja”.(Al-Lu’la uwal Marjan I:8).
Jadi berdasarkan hadits ini kewajiban manusia kepada Allah pada garis besarnya ada 2( dua):
1. Mentauhidkan-Nya yakni tidak memusyrikkan-Nya kepada sesuatupun.
2. Beribadah kepada-Nya.
Orang yang demikian ini mempunyai hak untuk tidak disiksa oleh Allah, bahkan akan diberi pahala dengan pahala yang berlipat ganda, dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat bahkan dengan lipat ganda yang tak terduga banyaknya oleh manusia.

C. Pribadi sebagai Anak
Beberapa akhlak mahmudah seperti bersikap setia, jujur, adil, pemaaf, disenangi, menepati janji, memelihara diri, malu, berani, kuat, sabar, kasih sayang, murah hati, tolong menolong, damai, persaudaraan, menyambung tali persaudaraan, menghoranati tamu, merendahkan diri, berbuat baik, menundukkan diri, berbudi tinggi, memlihara kebersihan badan, cenderung kepada kebaikan, merasa cukup dengan apa yang ada, tenang, lemah lembut, bermuka manis, kebaikan, menahan diri dari berlaku maksiat, merendahkan diri kepada Allah, berjiwa kuat dan lain sebagainya perlu ditanamkan pada diri anak sejak kecil.Meskipun dimulai dari dasar-dasarnya dahulu.
Sedangkan yang termasuk dalam akhlak mazmumah, antara lain; egoistis, lacur, kikir, dusta, peminum khamr, khianat, aniaya, pengecut, aniaya, dosa besar, pemarah, curang, culas, mengumpat, adu domba, menipu, memperdaya, dengki, sombong, mengingkari nikmat, homosex, ingin dipuji, ingin didengar kelebihannya, makan riba, berolok-olok, mencuri, mengikuti hawa nafsu, boros, tergopoh-gopoh, membunuh, penipuan, dusta, berlebih-lebihan, berbuat kerusakan, dendam, merasa tidak perlu pada yang lain dan lain sebagainya yang menunjukkan sifat-sifat yang tercela.[13] Akhlak seperti ini merupakan contoh akhlak secara keseluruhan yang harus kita hindari.Semuanya diawali dari proses mendidik anak sejak kecil.
Maka model mendidik akhlak anak, tidak langsung berkata itu baik, atau itu buruk, apabila seorang anak baru saja belajar membaca, menurut kita itu jelek/buruk namun kita tidak seharusnya berkata demikian. Sebab dapat menyakiti hati dan patah semangat. Tetapi kita beri semangat dan dorongan yang dapat memacu dan bergiatnya si anak.
Selain daripada itu, kisah luqman yang diberi hikmah oleh Allah. Hal ini dijelaskan di dalam surat Luqman: 12:
وَلَقَدْ اَتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرُ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ {لقمان:12}
Artinya:
“Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya Lagi Maha Terpuji”. (QS.Luqman: 12).
Kelanjutan kisah Luqman yang termuat dalam ayat di atas, bahwa beliau menasehati dan member pesan kepada generasi selanjutnya (anak-anak) untuk mewarisi nilai-nilai akhlak sebagai berikut:
Dilarang berbuat syirik (Menyekutukan) Allah (Luqman: 13)
Kewajiban berbakti kepada kedua oaring tua (Luqman: 14)
Keharusan tetap berbakti kedua orang tua di dunia(Luqman: 15)
Perintah menegakkan sholat, amar ma’ruf, nahi munkar dan sabar (Luqman: 17)
Tidak bersikap sombong, angkuh dan membanggakan diri sendiri (Luqman: 18)
Perintah bersikap sopan, santun dalam berjalan atau berbicara (Luqman: 19)

D. Akhlak pada Orang Tua
Akhlak bukan hanya sekedar sopan santun, tata krama yang bersifat lahiriyah dari seseorang terhadap orang lain, melainkan lebih dari itu.[14]Jadi akhlak itu harus kita tanamkan pada diri kita terutama pada ayah dan ibu,kalau kepada orang lain saja kita hormat,seharusnya pada orang tua kita harus lebih lagi.Betapa berat tanggungan seorang ibu dikala mengandung dan demikian pula kalau sudah dating waktunya melahirkan. Dengan mengerahkan seluruh perhatian, jiwa raga dan tenaga si ibu melahirkan jabang bayinya dengan harap-harap cemas. Berharap agar si bayi yang dilahirkannya sehat dan sempurna keadaannya sebagai manusia sempurna anggota badannya, seperti susunan jasmaninya dan tumbuh dalam keadaan yang wajar baik jasmani maupun rohaninya. Cemas kalau-kalau jabang bayinya tidak normal baik jasmani dan rohaninya atau ada gangguan-ganguan yang tidak diinginkannya. Di samping itu derita jasmani si ibu menahan dikala melahirkan jabang bayinya tersebut.Setelah jabang bayinya lahir, betapa kasih saying si ibu kepada anaknya, seakan-akan segala yang ada pada si ibu adalah untuk anaknya. Jiwa, raga perhatian, kasih saying semuanya ditumpahkan untuk si jabang bayi itu, agar si bayi selamat sentosa dalam pertumbuhannya menjadi manusia yang baik. Kata sanjung dan manjaan, kata timang yang mengandung doa dan harapan meluncur dicurahkan untuk si bayi, semoga kelak menjadi manusia yang ideal. Mengapa demikian besar kasih sayang ibu kepada anaknya. Padahal sewaktu belum mengandung seakan belum mau mempunyai anak. Atau karena anaknya sudah dua tiga ingin tidak ada yang keempat. Tetapi karena dikarunia Tuhan anak yang selanjutnya kasih saying ibu tidak ada bedanya antar kepada yang pertama yang kedua dan seterusnya.
Dari mana datangnya cinta kasih sayang kepada putranya, padahal tiada pamrih.Lain dengan cinta seorang kekasih kepada pacarnya, yang kalau kasihnya tiada terbalas bisa berbalik menjadi benci. Tetapi kasih ibu bagaimanapun tiada akan berubah dan hilang, walaupun si anak tiada membalas kasih dan cinta ibu.Memang itu karena “Hidayah”, anugerah dari pada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Hidayah itu tersebut insting atau naluri, dalam ilmu agama disebut “Hidayah-ghariziyyah”.Ada pula hadist yang menerangkan tentang hubungan anak dan orang tuanya.
جَدْعَاءَ؟مَامِنْمَوُلُودٍإِلاَّيُوْلَدُعَلىَالْفِطْرَةِ،فَأَبَوَاهُيُهَوِّدَانِهِأَوْيُنَصِّرَانِهِأَوْيُمَجِّسَانِهِ،كَمَاتُنْتِجُالْبَهِيْمَةُبَهِيْمَةًجَمْعاءَهَلْتُحِسُّونَفِيْهَامِنْ
Artinya :“Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga)?”
Demikianlah orang tua yang secara tidak langsung menjadikan kita Islam,orang tua adalah salah satu penyebab kita Islam.Maka dari itu kita harus bersyukur memiliki mereka.Dalam hadist diatas jelas manusia lahir seperti kertas putih.Dan untuk mengubah kertas putih itu perlu adanya suatu proses yang pemegang kuncinya adalah orang tua.Untuk menunjang keberhasilan proses ini diperlukan metode dan media yang tepat, “selalu disesuaikan dengan kondisi anak-anak”.[15]
Beberapa perkara yang harus di perhatikan dan dilaksanakan oleh seorang anak kepada Orang tua yakni:
a. Berbuat Baik kepada Ibu dan Ayah, walaupun keduanya Lalim
Seorang anak menurut ajaran islam diwajibkan berbuat baik kepada ibu dan ayahnya, dalam keadaan bagaimanapun. Artinya jangan sampai seorang anak samapai menyinggung perasaan orang tuanya, walaupun seandainya orang tuanya berbuat lalim kepada anaknya, dengan melakukan yang tidak semestinya, maka jangan sekali-kali si anak berbuat tidak baik, atau membalas atau mengimbangi ketidakbaikan orang tua kepada anaknya. Allah tidak meridhoinya sehingga orang tua itu meridhoinya.
b. Berkata Halus dan mulia kepada Ibu dan Ayah
Kewajiban anak kepada orang tuanya berbicara menurut ajaran islam harus berbicara sopan, lemah lembut dan mempergunakan kata-kata mulia hal ini dituturkan dalam Firman Allah:
وَقَضَى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْا اَلَّا اِيَّاهُ وَبِالْوَلِدَيْنِ اِحْسَانَا اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكَبِرَ اَحَدُهُمَا اَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا اُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا. وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذَّلِّ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرًا {الاسراء: 23-24}
Artinya:
“Dan Tuhan telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain kepada-Nya dan hendaknya kamu berbuat baik kepada ibu bapak kamu dengan seabaik-baiknya. Jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya samapi berumur lanjut dalam pemeliharaan kamu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kesayangan dan ucapakan doa:”Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka kedua, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.”(QS.Al-Isra: 23-24).
Dari ayat-ayat tersebut, dapat di tarik kesimpulan bahwa sewajarnya seorang anak untuk berbuat baik kepada orang tua baik berbicara dan yang lain- lain. Dengan cara tidak menyinggung perasaan orang tua dan tidak berkata kasar kepada mereka.
c. Berbuat baik kepada Ibu dan atau Ayah yang sudah meninggal dunia
Apabila ibu dan ayah masih hidup, si anak berkewajiban berbuat baik, dan itu mudah dilakukan dengan berbagai macam cara, baik yang bersifat moaral, maupun yang bersifat material.
Bagaimana berbuat baik seorang anak kepada ayah dan atau ibunya yang sudah tiada. Hal ini agama islam mengajarkan supaya seorang anak:
a. Mendoakan ayah ibu yang telah tiada itu dan memintakan ampun kepada Allah dari segala dosa orang tua kita. Doa yang sering di amalkan yakni:
اللَّهُمَّ اغْفِرْلىِ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرًا
b. Menepati janji kedua ibu bapak, Kalau sewaktu hidup orang tua mempunyai janji kepada seseorang, maka anaknya harus berusaha menunaikan menepati janji tersebut. Umpamanya beliau akan naik haji, yang belum sampai melaksanakannya. Maka kewajiban anaknya untuk menunaikan haji untuk orang tuanya tersebut. Dan hal ini diperbolehkan menurut hadits riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Abbas:
اَنَّ امرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ اِلَى النَّبِى صَلَى اللهِ عَلَيهِ وَسَلَّمِ فَقَالَتْ : اِنَّ اُمِّى نَذَرْتْ اِنَّ تَحَجَّ فَلَمْ تَحَجَّ حَتىَّ مَا تَتْ أَفَأَحُجَّ عَنْهَا؟ قَالَ : نَعَمْ , حُجِّى عَنْهَا أَرَأَيْتِ لَوكَانَ عَلَى اُمِّكَ دَيْنٌ اَكَنْتِ قَا ضِيَهُ ؟ اُقْضُوا اللهَ فاللهُ اَحَقَّ بِالْوَفَاءِ
{رواه البخارى}                                                
Artinya:
“Bahwa seorang perempuan dari Juhainah dating kepada Nabi Saw, ia bertanya kepada Rasullah: Bahwasannya ibu saya telah bernazar untuk berhaji, tapi ia tidak haji sampai meninggal dunia. Apakah boleh saya menghajikannya? Jawab Rasullah:”ya, hajikanlah! Apakah kau tahu, kalau seandainya ibu mempunyai hutang, apakah engkau membayarkannya? Bayarkan (tepatilah) kepada Allah, sesungguhnya Allah lebih berhak untuk ditepati!”
c. Memuliakan teman-teman kedua orang tua.
Di waktu hidupnya ibu dan ayah, beliau-beliau mempunyai teman-teman akrab, yang segulung-segalang orang tua kita dengan temannya.
d. Bersilaturrahmi kepada orang-orang yang mempunyai hubungan dengan kedua orang tua.

E. Akhlak kepada Anggota Masyarakat
Akhlak mulia merupakan akhlak yang berlaku dan berlangsung di atas jalur Al-Qur’an dan perbuatan nabi Muhammad Saw. Dalam sikap dan perbuatan. Seperti di dalam Al-Qur’an surat l-Qalam ayat 4.”Dan sesungguhnya engkau Muhammad mempunyai akhlak yang mulia”.
Dengan demikian setiap muslim diwajibkan untuk memelihara norma-norma (agama) di masyarakat terutama di dalam pergaulan sehari-hari baik keluarga rumah tangga, kerabat, tetangga dan lingkungan kemasyarakatan.Sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan, baik atau buruk, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan.[16] Mengaca pada pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa akhlak lahir dari sifat yang sudah ada dalam diri kita,oleh karena itu kita harus membiasakan diri kita untuk berbuat baik kepada siapa saja.Terutama dalam masyarakat kita dapat membiasakannya.Tolong-menolong untuk kebaikan dan takwa kepada Allah adalah perintah Allah, yang dapat ditarik hukum wajib kepada setiap kaum muslimin dengan cara yang sesuai dengan keadaan objek orang bersangkutan, Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah, ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى البِرِّى وَالتَّقوَى وَلَاتَعَاوَنُوْا عَلَى الِاثْمِ وَالعُدْوَانِ {المائدة:2}
Artinya:
dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran/permusuhan”.
Dalam pergaulan yang sesuai dengan norma-norma agama, ada beberapa yang harus di perhatikan yakni bagaimana cara berbahasa, cara salam, cara makan dan minum, cara di majles pertemuan, cara minta ijin masuk, cara member ucapan selamat, cara berkelakar atau becanda, cara menjenguk orang sakit, dan cara ta’ziah. Dan kesembilan tata cara diatas akan diterangkan secara terperinci di bawah ini:
a. Tata cara berbahasa
Setiap muslim (umat islam) dan semua orang diperintah untuk selalu berbahasa dengan bahasa yang jelas dan baik, bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara, sesuai tingkat usia, masyarakat dan tingkat kedudukannya. Di dalam islam ada peribahasa yang menyatakan bahwa “bahasa menunjukkan taqwa”.
b. Tata cara salam
Setiap masyarakat, agama atau bangsa memiliki tata cara member salam, sebagaimana juga dengan islam. “Salam” telah menempati kedudukan sendiri dalam Islam. Lebih istimewa disbanding dengan agama di luar Islam.
Sebagaimana landasan salamdi dalam firman Allah surat An-Nur ayat 27:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang buka rumahmu sebelum meminta ijin dan member salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu(selalu) ingat”. (QS.An-Nur: 27).
c. Tata cara makan dan minum
Cara memegang sesuatu makanan dan minuman dengan tangan kanan. Dimulai membasuh sebelum makan, membaca “basmallah” dan diakhiri mengucapkan “Alhamdulillah”. Sikap yang dimiliki oleh orang yang sedang makan dan minum adalah dengan duduk yang baik. Tanpa bersuara, tanpa bersandar sambil makan dan minum. Apabila sifatnya undangan bagi yang mengundang mempersilahkan dengan bahasa yang sopan. Dan bagi yang diundang dengan menyambut yang baik, mendoakan si pengundang, mendahulukan orang yang lebih tua, jangan mencaci hidangan yang ada di depannya, walaupun tak berselera.
Dalam adab minum, tidak boleh menggunakan peralatan dari emas dan perak, jangan menarik nafas dan menghembuskan kembali ke dalam cangkir. Apabila menggunakan kendi (dan sejenisnya) tidak boleh melekat pada mulut di bibir kendi.
d. Tata cara di majelis pertemuan
Bagaimana adab kita berada di majles pertemuan? Jawabannya adalah pertama kali baru masuk member salam, kemudian baru dapat duduk yang telah disediakan, menyalami teman yang mendahului duduk, jangan sekali-kali menggeser tempat duduk milik orang lain. Di samping itu juga jangan menggunakan bahasa yang dapat menyinggung perasaan teman duduk. Ketika ingin meninggalkan tempat minta ijin, juga bila ke luar membaca doa kifaratul majelis.
e. Tata cara minta ijin masuk
Di dalam masyarakat dan Negara ada aturan-atauran tertentu baik ijin masuknya, waktu maupun prosedurnya bagi setiap orang yang ingin memasuki kamar, rumah orang lain atau Negara.
Aturan Islam bagi seseorang yang ingin masuk rumah orang lain, maka paling awal yang dilakukan adalah member salam. Apabila tidak baik kembali. Di dalam mengetuk pintu dilakukan secara wajar, menyatakan nama diri. Tidak boleh berdiri tepat di tengah-tengah pintu ketika dibukakan. Apabila ditolak tidak boleh sedih hati namun harus dikendalikan dengan hati yang bersih.
f. Tata cara memberi ucapan selamat
Tujuh rangkaian(munasabah) yang ada dalam islam ketika mengucapkan salam “ucapan salam”. Ketujuh rangkaian tersebut antara lain:
a. Dalam rangka acara pernikahan.
b. Dalam rangka kelahiran seorang bayi kepada ibunya.
c. Kembalinya seorang musafir (yang berpergaian).
d. Pulangnya seorang dari jihad.
e. Sekembalinya dari haji.
f. Pada hari raya idul fitri dan idul adha.
g. Ketika seseorang mendapat kenikmatan tertentu seperti kenaikan pangkat, mendapat hadiah apa saja yang membuat seseorang merasakan kebahagiaan.
Ketujuh peristiwa pada waktu dan suasana pemberian “ucapan selamat” tersebut telah ditentukan cara bagaimana member ucapan selamat (sebagaimana keterangan b).
g. Tata cara bekelakar
Di dalam ajaran Islam, berkelakar atau becanda diperbolehkan. Namun hal itu bukan berarti bebas, sesuka hati, sehingga tak ingat norma social. Ada tiga syarat diperbolehkan bercanda yaitu:
a. Tidak boleh berlebih-lebihan sehingga menjadikan lupa kepada Allah
b. Tidak boleh berkelar sehingga menyakiti baik yang bersifat jasmaniah dan rohaniah seperti ucapan hinaan.
c. Tidak bersifat dusta atau penipuan dan kata-kata kotor.
h. Tata cara menjenguk orang sakit
Seseorang yang hidup di masyarakat, mau mengunjungi orang sakit tetangganya (jamaah) adalah suatu tindakan terpuji. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan, dalam kunjungan orang sakit yaitu:
a. Segera mungkin setelah ada orang sakit.
b. Mengungkapkan dengan kata-kata yang meringankan beban batinnya orang yang sakit.
c. Ajarkan doa peringan perih pada bagian tubuh.
d. Mendoakan secara khusus bagi si sakit ketika masuk.
e. Duduk agak dekat dengan kepala si sakit.
f. Mintalah ia mendoakan kita.
g. Bila sudah gawat ajari si sakit dengan kalimat tauhid dan bacaan surat yasin.
h. Tata cara ta’ziah.
Ta’ziah dilakukan jamaah (masyarakat) dalam rangka meringankan beban lahir batin bagi keluarga yang ditimpa musibah. Mka sikap dan tindakan tersebut bermaksud untuk menentramkan hati mereka. Menurut ajaran islam, tata cara ta’ziah atara lain:
a. Mengucapkan perkataan yang pernah diucapkan oleh nabi Saw. Dan para sahabatnya.
b. Member makan keluarga yang terkena musibah.
c. Menunjukkan rasa belasungkawa.
d. Memberi nasehat yang baik.

BAB III
ANALISA
Keberadaan akhlak mulia bagi setiap pribadi unggul, adalah buah dari keimanan yang kental. Dan ini merupakan kekayaan yang tinggi nilainya dalam kehidupan manusia. Untuk itu, sejak awal, kita harus berusaha memburu keilmuan tentang itu sebagai bekal dalam membangun kehidupan. Dalam hal ini, kita telah sepakat bahwa kemuliaan akhlak bangsa ini akan tumbuh dengan baik, bila individu-individu dalam keluarga itu telah memiliki akhlak mulia.akhlak diartikan sebagai budi pekerti, peranggai, tingkah laku atau tabiat. Ahklak adalah hal yang melekat dalam jiwa, dan dari kebiasaan itu akan timbul perbuatan-perbuatan yang mudah tanpa dipikirkan oleh manusia.Akhlak yang benar akan terbentuk bila sumbernya benar. Sumber akhlak bagi seorang muslim adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Sehingga ukuran baik atau buruk,patut atau tidak secara utuh diukur dengan al-Qur’an dan as -Sunnah. Sedangkan tradisi merupakan pelengkap selama hal itu tidak bertentangan dengan apa yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Jadikan al- Qur’an dan as-Sunnah sebagai sumber akhlak merupakan suatu kewajaran bahkan keharusan. Sebab keduanya berasal dari Allah dan oleh-Nya manusia diciptakan. Pasti ada kesesuaianantara manusia sebagai makhluk dengan sistem norma yang datang dari Allah SWT.  Bicara tentang sumber akhlak Islamiyah maka bicara ciri-ciri akhlak Islamiah.Adapun ciri-cirinya adalah :
· Kebajikan yang mutlak : Islam menjamin kebajikan mutlak. Karena Islam telah menciptkan akhlak yang luhur
· Kebaikan yang menyeluruh : Akhlak ISlami menjamin kebaikan untuk seluruh umat manusia.
· Kemantapan : Akhlak Islamiyah menjamin kebaikan yang mutlak dan sesuai pada diri manusia. Ia bersifat tetap, langgeng dan mantap.
· Kewajiban yang dipatuhi : Akhlak yang bersumber dari agama Islam wajib ditaati manusia
· Pengawasan yang menyeluruh : Agama Islam adalah pengawas hati nurani dan akal yang sehat.
Dapat dianalisis bahwa untuk dapat memahami akhlak secara keseluruhan maka sumber akhlakIslami berperan penting sekali,dan dalam sumber akhlak Islami membicarakan pula ciri-ciri akhlak Islami yaitu mengenai baik buruk dan benar salah.Kewajiban manusia kepada Allah pada intinya ada dua yaitu Mentauhidkan – Nya yakni tidak memusyrikkan – Nya kepada sesuatu pun dan beribadah kepadaNya.Tentu saja ibadah itu luas dan banyak sekali.Namun kita utamanya harus mengedepankan syari’at yang utama seperti yang diperintahkan Allah kepada kita,misal sholat.
Sedang pribadi sebagai anak,inti dari perintah-perintahnya dapat dikonvergenkan seperti berikut. Dilarang berbuat syirik,kewajiban berbakti kepada kedua orang tua,keharusan tetap berbakti kepada orang tua didunia saja, karena kesyirikan mereka.Kemudian perintah menegakkan salat, amar ma’ruf, nahi munkar dan sabar,tidak boleh bersifat sombong,angkuh dan membanggakan diri sendiri, serta perintah bersikap sopan santun dalam berjalan atau berbicara.Pada dasarnya akhlak sebagai anak tidak jauh berbeda dengan akhlak kepada Allah,namun akhlak sebagai anak merupakan penjabaran dari akhlak kepadaNya.Kemudian selanjutnya adalah akhlak kepada orang tua.Perintah-perintah yang ada di dalamnya dapat dikerucutkan menjadi poin-poin berikut :
a) Kewajiban Kepada Ibu : Kita harus memuliakan seotang ibu karena memang jasa seorang ibu kepada anaknya tidak bisa dihitung – hitung dan tidak bias ditimbang dengan ukuran sampaipun.
b) Berbuat Baik kepada Ibu dan Ayah, walaupun kedua Lalim : Seorang nak menurut ajaran Islam wajib berbuat baik kepada ibu dan ayahnya dalam keadaan bagaimanapun
c) Berkata halus dan mulia kepada Ayah dan Ibu
d) Berkata lemah lembut kepada Ayah dan Ibu
e) Berbuat Baik kepada Ibu dan Ayah, Walaupun keduanya Lalim
f) Berkata Halus dan mulia kepada Ibu dan Ayah
g) Berbuat baik kepada Ibu dan atau Ayah yang sudah meninggal dunia
h) Mendoakan ayah ibu yang telah tiada itu dan memintakan ampun kepada Allah dari segala dosa orang tua kita
i) Menepati janji kedua ibu bapak
j) Memuliakan teman-teman kedua orang tua
k) Bersilaturrahmi kepada orang-orang yang mempunyai hubungan dengan kedua orang tua
Kita harus senantiasa berbuat apapun kebaikan kepada kedua orang tua.Bukan karena saja di waktu kita kecil.Namun bagaimana kita menata akh;ak kita ini agar berjalan sebagaimana
mestinya.Allah telah memerintahkan pula kepada kita agar senantiasa memuliakan orang tua,patuh dan taat pada nasehatnya,agar kita selamat di dunia dan di akhirat.Dan yang terakhir adalah akhlak kepada masyarakat,yang pada pembahasannya lebibh menekankan pada adab-adab yang harus kita lakukan ketika kita bersinggungan dengan mereka.Berbicara tentang adab maka akan bicara mengenai tata cara bertingkah laku,tata cara tersebut meliputi :
a. Tata cara member ucapan selamat
b. Tata cara salam
c. Tata cara makan dan minum
d. Tata cara minta ijin masuk
e. Tata cara berbahasa
Kesemuanya menunjukkan kausalitas yang erat,tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan pyang lainnya.Artinya kesemuanya itu harus berjalan beriringan dengan porsi yang sama.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
· Al Qur’an dan Al Hadist adalah sumber yang membahas semua aspek yang ada dalam kehidupan ini.Termasuk tentang kebaikan dan keburukan.Artinya nilai-nilai yang ada dan kita pelajari semuanya merujuk pada Al Quran dan Al Hadist.Secara lebih mendalam dapat dikatakan bahwa kedua sumber itu telah membahas pula ciri-ciri akhlak Islami,yang sepatutnya kita pahami sebelum kita melakukan suatu tindakan.
· Hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan makhluk dengan kholiknya. Dalam masalah ketergantungan , hidup manusia selalu mempunyai ketergantungan kepada yang lain. Dan tumpuan serta pokok ketergantungan adalah ketergantungan kepada yang Maha Kuasa, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Sempurna, ialah Allah Rabul ‘alamin, Allah Tuhan Maha Esa.
· Pribadi sebagai anak mencerminkan suatu pola penanaman sifat oleh orang tua kepada anaknya.Orang tua berperan vital dalam mendidik anaknya,karena manusia lahir di dunia ini fitrah dan tak tahu apa-apa.Maka tangan pertama yang menyentuh seorang anak adalah tangan seorang ibu atau orang tuanya.Maka dari itu seorang anak harus berakhlak mulia kepada kedua orang tuanya.
· Orang tua yang secara tidak langsung menjadikan kita Islam,orang tua adalah salah satu penyebab kita Islam.Maka dari itu kita harus bersyukur memiliki mereka.Kasih saying mereka di masa kita kecil takkan terbalas sepanjang hayat kita.Yang bisa kita lakukan hanya berbuat yang terbaik untuk mereka,senantiasa mematuhinya dan membahagiakan mereka.
· Akhlak lahir dari sifat yang sudah ada dalam diri kita,oleh karena itu kita harus membiasakan diri kita untuk berbuat baik kepada siapa saja.Terutama dalam masyarakat kita dapat membiasakannya.Banyak adab-adab dalam masyarakat yang mungkin sudah taka sing lagi bagi kita,yakni bagaimana cara berbahasa, cara salam, cara makan dan minum, cara di majles pertemuan, cara minta ijin masuk, cara member ucapan selamat, cara berkelakar atau becanda, cara menjenguk orang sakit, dan cara ta’ziah.Semuanya itu perlu pembiasaan.Karena akhlak adalah pembiasaan.

B. Saran
Dengan segala kerendahan hati penulis menyatakan bahwa dalam pemaparan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan penulis sendiri, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari peserta diskusi dan Bapak dosen selaku pemandu dari seminar ini. Dan mudah-mudahan penyajian makalah ini dapat memberikan sedikit pemahaman mengenai ilmu asbabun nuzul sebagai salah satu disiplin ilmu dari ilmu-ilmu yang dipakai dalam memahami kitab suci Al-Qur’an.

DAFTAR PUSTAKA
[1]M.Quraish Shihab,Wawasan Alquran, Cet. Ke-9, (Bandung : Mizan, 1999), hlm. 253.
[2] Ahmad Zubair, Kuliah Etika, (Yogyakarta : t. tp,1986), hlm. 13-14.
[3]H. Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1996).
[4]Mahjuddin, Akhlaq Tasawuf, (Jakarta : Kalam Mulia, 2010).
[5]Mahmud Shaltat, Syariat Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1994).
[6]Ahmad Mustofa, Akhlak Tasawuf, (Bandung : CV Pustaka Setia, 1999)
[7]A. Mustofa, Akhlaq Tasawuf, (Bandung: Pustaka Setia, 1997), hlm. 11.
[8]M. Yatim Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an, (Jakarta: Amzah, 2007), hlm. 3.
[9]A. Nasir Sahilun, Tinjauan Akhlak, (Surabaya: Al-Ikhlas, 1991), hlm. 14.                                            
[10]A. Nasir Sahilun , Etika dan Problematika Dewasa Ini , (Bandung : PT. Al-Ma’arif ,1980), hal 98-99.
[11]Aminuddin, dkk., Pendidikan agama islam untuk perguruan tinggi umum, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2002), h. 153.
[12]Rakhmat Djatnika, Sistem Etika Islam (Akhlak Mulia), (Jakarta : Pustaka Panjimas 1992), hal. 173.
[13]M. Zein Yusuf, Akhlak-Tasawuf, (Semarang : Al-Husna, 1993), hal.56.
[14]Rahmat Djatnika, Sistem Etika Islami (Akhlak Mulia), (Jakarta : Pustaka Panji Mas, 1992), hlm. 11.
[15]Zuhairini, dkk., Methodik Khusus Pendidikan Agama, (Malang : Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel, 1983), hlm. 49.
[16] H. Abuddin Nata, op.cit., hal. 2
Description: MAKALAH AKHLAK TASAWUF - AKHLAK ISLAMI DALAM STATUS PRIBADI Rating: 4.5 Reviewer: Aan Ahmad Qolfathiriyus - ItemReviewed: MAKALAH AKHLAK TASAWUF - AKHLAK ISLAMI DALAM STATUS PRIBADI

Tuesday, September 8, 2015

Cara Mudah Mengatasi Penyakit Herpes Tanpa Obat

Musim lagi dalam masa pergantian, jaga daya tahan tubuh teman-teman biar nggak gampang sakit. Waduh, udah kayak iklan aja tu, hehe. Tapi itu beneran lho jangan cuma dianggap iklan lewat.

Musim gini lagi musim penyakit, kalau nggak masuk angin ya herpes. Di tempatku kayak gitu, terutama penyakit herpes. Penyakit ini menular begitu cepatnya. Kemarin aku lihat ada teman yang kena herpes, eh tanpa diduga besuknya aku kena juga.

Dari itu aku dapat pengalaman yang sangat berharga, nanti di akhir aku akan kasih tahu teman-teman cara ampuh dan tercepat menghilangkan penyakit herpes tanpa obat, tidak perlu keluar uang untuk beli acyclovir, entah itu salep ataupun tabletnya. Tapi sebelumnya aku akan kasih sedikit ulasan tentang penyakit herpes ini. Jadi baca sampai selesai ya. 

Penyakit Cacar atau yang disebut sebagai ‘Herpes’ oleh kalangan medis adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Penyakit Cacar atau Herpes ini ada 2 macam golongan, Herpes Genetalis dan Herpes Zoster.

Herpes Genetalis adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama dibagian kelam*n, termasuk paha dan selakangan yang disebabkan virus herpes simplex (VHS), Sedangkan Herpes Zoster atau dengan nama lain ’shingles’ adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster yang menimbulkan gelembung cairan hampir pada bagian seluruh tubuh.

Untuk anax kolonx kemarin yang menyerang bukan yang pada bagian alamat kelamin, tapi pada tangan. Pertama muncul kemerah-merahan dikit yang lama-lama menyebar memanjang dan akhirnya membentuk gelembung-gelembung. Sempat panik juga, karena kadang terasa perih.

Trus ambil obat deh, acyclovir tablet dan salepnya. Aku oles dan minum obatnya sesuai petunjuk, obat hampir habis, tapi penyakit tetap saja tidak berubah, malah semakin besar kayak luka bakar. Waduh,,,,,, !!!!!


herpes
Lalu suatu hari ada saudara yang ngasih tahu obat jitu buat mengatasi herpes tersebut. Nah inilah poin penting yang pasti teman-teman tunggu. Langsung saja yach. Obat itu ternyata sangat gampang ditemukan di sekitar kita. Kalau ditempatku dinamakan Daun Sangjo, nggak tahu kalau di tempat teman-teman. Yang kayak gini neh bentuk daunnya. 
daun sangjo
daun sangjo lagi
Jadi penggunaannya tinggal di tumbuk yang halus tu daun lalu oleskan ke herpes. Saudaraku pakai sore dan pagi harinya langsung kering. Dan syukurlah hal itu juga terjadi padaku, jadi aku pakai sore, agak siang dikit udah kering. Dan itu bukti kalau daun sangjo bisa mengobati herpes. Daripada aku minum obat dan pakai salep berhari-hari belum sembuh-sembuh juga. Tidak ada salahnya teman-teman mencoba cara ini kalau herpes menyerang, kalaupun tidak sedang terserang herpes, teman-teman bisa kasih info pada tetangga atau siapapun yang membutuhkan. Demikian yang dapat anax kolonx sampaikan, bila ada kesalahan mohon dimaafkan. Walah kayak pidato aja......... Ada cara lain atau pengalaman lain tentang herpes? Silahkan tuangkan di kotak komentar.

Sumber dari sini
Description: Cara Mudah Mengatasi Penyakit Herpes Tanpa Obat Rating: 4.5 Reviewer: Aan Ahmad Qolfathiriyus - ItemReviewed: Cara Mudah Mengatasi Penyakit Herpes Tanpa Obat

Wednesday, June 10, 2015

Tips Lengkap 26 Posisi Bercinta Terbaik

Dalam berhubungan dengan pasangan, mungkin terkadang muncul perasaan jenuh pada diri Anda atau pasangan Anda. Untuk itu perlu dilakukan intermezzo atau penyegaran-penyegaran, yang diantaranya melalui posisi bercinta. Sahabat gapteknews.info Posisi bercinta yang cenderung dinamis sebagaimana yang diajarkan dalam kamasutra, akan kembali membangkitkan gairah cinta antara Anda dan pasangan. Berikut ini akan diuraikan Tips lengkap 26 posisi terbaik dalam bercinta:
www.gapteknews.info
1. Missionary. Posisi ini merupakan posisi standar bercinta. Berbaring di antara kedua kaki-kakinya, agar Anda berbaring di atasnya dan bertatap muka. Meskipun beban tubuh Anda tertumpu pada siku atau tangan, usahakan untuk memasukkan Mr. P Anda lurus ke atas dia, sehingga sejajar dengan dinding vagina. Mintalah ia untuk membelitkan kedua kakinya sekitar pinggang Anda untuk mengubah bentuk dari vagina, yang akan mengubah sensasi seks bagi Anda berdua.
Tips: Sangat direkomendasikan bagi Anda yang akan bercinta untuk pertama kalinya.
 http://www.gapteknews.info/wp-content/uploads/2014/03/position_cross_buttocks.gif1_.jpg
2. Cross Buttocks. Pada Posisi ini, cewek akan sangat menikmatinya karena merangsang sisi dia vaginal dinding, sesuatu yang biasanya tidak dia rasakan. Tempatkan diiri Anda seperti dalam posisi missionary, tetapi dia melintangi panggul, serong sedikit, namun tetap mendukung beban berat Anda pada siku pasangan cewek. Jika pasangan cewek menghendaki kontak mata, pasangan cowok bisa sedikit memutar posisi untuk menggunakan posisi missionary. 
 Tips Posisi ini memanjakan pasangan wanita Anda
http://www.gapteknews.info/wp-content/uploads/2014/03/position_seated_wheelbarrow.gif1_.jpg
3. Standing Wheelbarrow. Masukan Mr. P dari belakang, tapi angkat tubuhnya sampai dengan pinggang dan biarkan kedua kakinya mengapit pinggang Anda. Anda aka berada pada posisi yang serupa dengan perlombaan gerobak (wheelbarrow race). Jika lengannya lelah, baringkan di di meja atau sesuatu perabot yang agak tinggi. 
Tips : Bisa Anda lakukan ketika tempat tidur tidak tersedia atau ketika Anda ingin melakukannya di luar kamar tidur seperti dapur, garasi dsb.
 www.gapteknews.info
4. Knees To Chess. ‘Masukilah’ dia seperti yang akan Anda lakukan dalam posisi missionary standar, tetapi bukan sekadar melebarkan kakinya, angkat kakinya dan tempatkankan lututnya pada dadanya, lalu sangkutkan pergelangan kakinya di atas bahu Anda. Tumpukan beban berat Anda pada tangan Anda. Hal ini akan memberikan kemungkinan Anda lebih besar untuk malakukan penetrasi dan merangsang dinding bagian belakang dari vagina pasangan Anda.
Tips : Posisi ini paling pas dilakukan setelah pasangan Anda selesai melakukan kelas Yoga.
 www.gapteknews.info
5. Man on Top, Facing Away. Biarkan dia berbaring dengan mengangkat kedua kakinya serta sedikit mengangkang, kemudian baringkanlah diri Anda diantara kedua kakinya, dengan posisi kepala Anda menghadap ke arah kedua telapak kakinya. Dia akan memiliki akses penuh ke kantong anda, pantat, dan dubur untuk menambahkan gesekan dan kenikmatan. Tumpukan berat Anda pada kedua siku tangan Anda, yang akan memberikan pengaruh ke ringan menyodok ke belakang. 
Tips : Malam hari ketika Anda menginginkan pukulan di pantat (spanking).
www.gapteknews.info
6. Classic Rear Entry, Kneeling. Posisi ini disebut juga dengan sebutan ‘Doggy Style’. Tempakan diri Anda sedemikian rupa sehingga lutut Anda berada persis di belakangnya, kemudian masukan Mr. P tegak lurus diantara kedua kakinya atau sedikit lebih condong ke depan juga bisa. Hal ini bagus untuk penetrasi karena bisa menyentuh G-Spotnya. Tambahkan beberapa gerakan seperti meremas payudara dari belakang, membeleai rambutnya -sehingga tidak sekedar berhubungan intim seperti hubungan intim pada hewan piaraan (doggy).  
Tips: cocok untuk Anda yang ingin ‘memukul’ semua titik hot spotnya.
www.gapteknews.info
7. Rear Entry, Standing. Berdiri di belakangnya dan peluk pinggangnya, usahakan bagian atas tubuhnya tetap sejajar dengan lantai. Tahan pinggulnya/pangkal pahanya agar dapat terus mendukung dan dimasuki dari belakang. Posisi berdiri akan memberikan dorongan lebih kuat dan memungkinkan Anda untuk mengurut clitoris-nya untuk ekstra rangsangan.  
Tips: Cocok untuk acara seks cepat (quicky sex), terutama bagi pasangan Anda yang menggunakan rok.
www.gapteknews.info
8. Spoon. Sering pula disebut ‘The Classic Sunday Morning Sex Postion. Posisi sendok sangat romantis, lembut dan akan semakin mendekatkan Anda dan pasangan secara emosi. Gunakan posisi sendok saat Anda berdua sedang berada pada satu sisi, menghadap ke dalam arah yang sama. Mintalah dia sedikit menyingsingkan pinggulnya, sehingga Anda dapat masuk lewat belakang.
Tips : Posisi ini pas dipakai kalau si Dia mengantuk/kelelahan, tapi Anda sedang ingin bercinta
 www.gapteknews.info
9. Reverse Missionary. Posisis ini sangat identik dengan posisi missionary tradisional, tapi pasangan cewek Anda yang berada di atas. Selain itu, dia akan membuka kedua kakinya sehingga akan lebih dekat dengan Anda. Sekarang Anda adalah mitra pasif, dan dia menumpukan berat badannya pada kedua lengan sikunya. Posisi ini memberikan anda kontrol ejaklasi yang lebih besar dan sangat tepat, tentunya jika ia lebih ringan dari Anda.
Tips : Memberikan sensasi yang berbeda karena akan membiarkan pasangan cewek Anda yang pemalu mengambil inisiatif kontrol.
www.gapteknews.info
10. Seated Missionary. Duduklah diantara kedua kakinya, dengan lututnya sedikit ditekuk, ketika menahan kaki –kaki Anda membuka ke samping. Memudahkan Anda masuk ke Ms. V . Ketebatasan daya dorong akan dimpensasi dengan penetrasi-penetrasi langsung.  
Tips : Posisi ini bisa juga digunakan ketika lengan Anda lelah menopang berat badan Anda pada posisi missionary.
www.gapteknews.info
11. Seated Rear Entry. Ketika Anda duduk di kursi atau tepian tempat tidur, dia berjongkok naik-turun tegak pada Mr. P Anda. Pada posisi ini, dia mengontrol gerakan dan penetrasi , yang bisa cukup ‘dalam’ dan nyaman untuk Anda berdua. Anda bebas untuk mengurut payudaranya atau membelai tubuh bagian atasnya.  
Tips : Salah satu posisi bercinta rahasia di luar kamar tidur.
www.gapteknews.info
12. Seated Wheelbarrow. Posisi ini hampir sama dengan posisi Standing Wheelbarrow, kecuali Anda duduk di kursi atau di tepi tempat tidur. Memang gerakan Anda terbatas, namun Anda memiliki penetrasi dan besar melalui bagian belakang pasangan Anda.  
Tips: Bisa dipakai saat ia sedang mengenakan celana jeans-nya.
www.gapteknews.info
13. Spoon-Facing. Posisi ini merupakan variasi dari posisi spon tradisional yang dapat diasumsikan merupakan posisi transisi dari man-on-top ke woman-on-top yang bersifat tidak terputus. Dari dai, Anda cukup berbelok ke pihak serempak, menggunakan senjata dengan hati-hati untuk dukungan atas tubuh Anda. Dari posisi missionary, Anda cukup berbebelok ke satu sisi, menggunakan tumpuan lengan dengan hati-hati.
Tips : posisi yang mampu memberikannya kontak mata yang romantis
www.gapteknews.info
14. Squatted Kneeling. Duduk dengan tumpuan pada punggung telapak kaki dan lutut, kemudian dia duduk dipangkuan Anda menghadap Anda. Posisi ini mampu menghasilkan kondisi Mr.P Anda dapat lebih merangsang clitoris-nya.
Tips : Dia dapat mengontrol penetrasi yang mendalam, namun Anda berdua dapat menikmati banyak kontak pada kulit tubuh Anda dan pasangan.
www.gapteknews.info
15. Woman Astride, Facing Away. Dia mengangkang menunggangi tubuh Anda dengan posisi berlutut, tetapi dengan muka menghadap kaki Anda; opsional, dia bisa pula berjongkok di atas Anda. Keuntungan baginya adalah dapat mengontrol dan memperdalam penetrasi. Sedangkan manfaat bagi anda adalah bahwa dia bisa membelai organ scrotum Anda dan sebaliknya anda bisa pula mengurut pantat dan punggungnya.
Tips : Dengan posisi ini (membelakangi), Anda bisa membayangkan dan berimajinasi si Dia sebagai Scarlett Johansson, Aura Kasih atau siapa pun artis yang Anda idolakan, tentunya tanpa sepengatahuannya.
www.gapteknews.info
16. Woman Astride. Mulailah posisi ini dengan pertama-tama dengan missionary tipe woman-on-top. Kemudian dia biarkan dia berlutut sampai ia dalam posisi duduk berjongkok, mengangkang menunggangi Anda dan duduk di atas panggul Anda. Anda mendapatkan penetrasi lebih dalam, pemandangan yang utuh terhadap gerakan dan ekspresinya, dan dapat menyentuh clitoris-nya dan bermain payudaranya.
Tips : Posisi ini dapat member keleluasaan pasangan Anda untuk mendominasi sekaligus memberikan kenikamatan pada Anda.
www.gapteknews.info
17. Woman on Top, Leaning Back. Dari facing woman astride position, dia kembali dengan hati-hati merebahkan sedikit kebelakang sampai she’s bersandar di kedua tanganya diantara kaki Anda. Meskipun posisi ini membatasi dorongan Anda, hal ini memungkinkan Anda untuk mengurut clitoris-nya guna menambahkan stimulasi. JIka lutunya terasa sakit, dia bisa meluruskan lututnya tanpa berhenti menikmati hubungan intim yang sedang berlangsung. Coba dengan sedikit variasi, biarkan Ia merebahkan belakang dengan hati-hati, sampai ia berbaring. Hal ini memungkinkan Anda mengelus payudara dan clitoris-nya.
Tips : Memberikan pilihan lain bagi wanita untuk kembali mendominasi
www.gapteknews.info
18. X Position. Mulailah ketika semuanya sudah siap (Mr. P sudah masuk ke Ms. V), dengan posisi Anda mengangkang pasangan wanita Anda. Pindahkan tangan ke sisi luar dari tubuh Anda dan biarkan dia berbaring di antara kaki Anda. Sesuaikan agar posisi Anda dan pasangan pas dengan posisi saling”menggunting”. Lakukan dengan pelan, gerakan tidak tergesa-gesa akan memberikan stimulasi yang cukup untuk mengimbangi kurangnya daya dorong.  
Tips : Posisi ini menungkinkan seks yang lama, seks lambat yang dapat membangkitkan gairahnya.
www.gapteknews.info
19. Cowgirl’s Helper. Posisinya adalah berjongkok di atas, menaikkan dan menurunkan dirinya secara rapat. Anda menyangganya dengan cara memegang pinggulnya serta mendesaknya untuk memenuhi kenikmatan masing-masing. Dia akan menghargai Anda yang telah menyerahkan seksual remote control kepadanya. Tali Laso secara opsional bisa dipergunakan di sini.
Tips : Anda mampu mengeksplorasi sisi liarnya.
 www.gapteknews.info
20. Pretzel. Dia berbaring di samping kiri Anda. Anda berlutut ia antara kakinya, dia menekuk kaki kanannya disisi kanan tubuh anda dan menindih kaki kirinya. Menggunakan tangan Anda untuk membawanya ke arah Anda. Anda dapat memperoleh kedalaman penetrasi ketika menggunakan ‘doggy style’, tetapi menjaga kontak mata bisa lebih membuatnya senang.  
Tips : Posisi romantis yang cocok untuk dipraktekkan di malam hari.
www.gapteknews.info
21. Reverse Cowgirl. Ketika dia berada di atas, sarankan dia untuk memutar posisinya sehingga membelakangi Anda. Hal ini membuat stimulation pada G-spot nya, dan proses perubahan posisi tersebut akan membantu anda bertahan lebih lama. Untuk sensai lebih, tempatkan kakinya rata dengan lantai diantara Anda.  
Tips : mengamati bagaimana ia menyukai dan menikmati posisi tersebut.
www.gapteknews.info
22. Shoulder Holder. Dia meletakkan kedua kakinya di salah satu bahu Anda yang berdekatan dengan mr. V-nya. Kemudian dia meluncurkan turun kakinya ke dada Anda dan satu kaki yang lain bertumpu pada otot lengan Anda, setelah itu mulailah menggoyangnya dengan gerakan dari samping atau naik turun. Anda memiliki akses besar kepada G-spot. Tapi pastikan dia cukup fleksibel sebelum menekuknya.
Tips : Posisi bagi para wanita yang ingin menunjukkan fleksibilitas mereka
www.gapteknews.info
23. Spider. Duduk lah menyandar ke belakang dengan tumpuan pada tangan, lengan bawah, atau siku Anda, kemudian membiarkan dia medekat setapak demi setapak ke arah Anda, menopang dirinya dengan cara yang sama. Dia akan merasakan sensasi yang lebih dalam, lebih kuat, lebih intim stimulasinya daripada posisi missionary, dengan sedikit gesekan. Atau Anda juga bisa Bersandar pasif dan membiarkan dia melakukan putaran-putaran dan gerakan-gerakan untuk meningkatkan gairah. 
Tips : Bisa saling bergantian untuk mendominasi –sekaligus beristrirahat.
www.gapteknews.info
24. Man Chair. Duduk di pinggiran di tempat tidur dan dia duduk membelakangi Anda. Jika Anda dapat menumpukan satu atau kedua kaki di atas tanah, Anda akan memiliki dorongan untuk lebih kuat mendorong ke atas. Ini adalah posisi yang baik untuk stimulasi G-spot dan itu memungkinkan dia menggunakan tangannya untuk merangsang bagian penis anda atau scrotum anda. Di lain sisi, dia juga bisa menopangkan kakinya di lantai untuk penetrasi yang lebih dalam, dan dia bisa lebih mendekatkan lututnya ke dadanya.
Tips : Anda bisa menggunakan posisi ini di perjalanan. Gunakan kursi kemudi sebagai tempat bercinta.
www.gapteknews.info
25. Spork. Dimulai dari posisi missionay, kemudian dia merebahkan diri dan santai, sambil menunggu Anda berputar. Merebahlah pada satu sisi posisi yang aktif, sehingga Anda dapat melakukan penetrasi. Gunakan tangan untuk membantu memutar pinggangnya guna membuatnya merasa nyaman. Anda memiliki akses ke kedua itu G-spot dan kelentit, sehingga menggunakan tangan Anda dengan bijak. 
Tips : Posisi ini cocok buat Anda yang dalam keadaan mengantuk.
www.gapteknews.info
26. Downward Dog. Biarkan dia berbaring di muka berpaling ke bawah (tempat tidur)/tengkurap dengan pinggul sedikit diangkat. (Gunakan bantal agar dia lebih lama.) Masukkan mr. P dia dari belakang, Anda akan dapat menusukkan dan tekan lebih keras untuk mencapai kenikmatan zona dia hanya di belakang vagina. 
Tips : Membuatnya mencoba sedikit doggy syle

Sumber dari Sini --- KLIK ---
Description: Tips Lengkap 26 Posisi Bercinta Terbaik Rating: 4.5 Reviewer: Aan Ahmad Qolfathiriyus - ItemReviewed: Tips Lengkap 26 Posisi Bercinta Terbaik

About

Blog ini berbagi macam materi, makalah, soal, aplikasi, dan lain-lain. Semua yang ada di sini, insyaallah bermanfaat untuk kalian semua.
Powered by Blogger.